Categories: METROPOLIS

Diambil Sumpah, Para Advokad Diminta Jaga Kepercayaan

JAYAPURA – Sebanyak 20 anggota Himpunan Advokat Pengacara Indonesia (HAPI) Provinsi Papua diambil sumpah di Pengadilan Tinggi Jayapura. Ketua Pengadilan Tinggi Jayapura, Asli Ginting SH, MH menitipkan sejumlah pesan dimana ia menyampaikan bahwa seluruh anggota organisasi advokat yang sudah dilantik kini telah resmi menjadi aparat penegak hukum dan tugas adalah menegakkan hukum.

Jika selama ini hanya membela hak-hak dan penegakan hukum kini bisa aktif membantu penegakan hukum. “Saat ini yang berlaku adalah yang benar dan adil. Keadilan harus berlaku untuk semua. Pengadilan Tinggi hanya mengambil sumpah sedangkan pembinaan dan pembimbingan akan dilakukan organisasi masing – masing,” kata Asli di aula Pengadilan Tinggi, Rabu (5/4).

Iapun berharap para advokat ini terus meningkatkan kemampuan dan kualitas diri sebab hukum berkembang sangat cepat terutama hukum yang bersifat kontrak atau perjanjian.

“Lalu jangan hanya berfikir untuk bekerja di Indonesia melainkan kalau bisa ikut beracara di luar negeri,” beber Asli. Iapun memberi wejangan bahwa di awal pasti banyak halangan dan kendala tapi satu yang harus dijaga adalah kepercayaan.

“Berjuang membela klien harus sungguh – sungguh sebab ada yang memberi kepercayaan disitu. Soal rejeki itu nanti mengikuti,” imbuhnya.

Ketua HAPI Papua, Stefanus Andre Lesnussa, SH, C.L.A mengatakan bahwa ada 20 anggota HAPI yang baru nantinya akan menyesuaikan dengan kantor hukum yang sudah ada. Yang dilakukan para advokat baru ini tetap dalam pengawasan dan yang perlu dicermati adalah bagaimana para advokat memberikan advice hukum untuk kepentingan masyarakat luas.

“Ketika ada masyarakat yang membutuhkan bantuan hukum maka mereka sudah bisa memberikana pendapat advice dan langsung terjun beracara baik ditingkat pendampingan non litigasi maupun pendampingan pembelaan ditingkat litigasi,” tambah Andre.

Ia mengaku bangga karena anggota baru ini tidak hanya dari Jayapura melainkan menyebar dibeberapa kabupaten. Ada yang dari Merauke, Nabire dan tersebar di beberapa daerah lainnya. Kami pikir mereka tepat memilih HAPI sebab ini adalah organisasi pengacara yang dari segi usia sudah sangat matang sebab lahir sejak 10 Februari 1993 atau hampir 30 tahun sehingga kenyang dengan pengalaman,” beber Andre.

Keanggotaan HAPI sendiri kata Andre ada sekitar 70 anggota dan dirinya setuju bahwa siapapun dia harus bisa mengembangkan diri dan mengikuti perkembangan hukum itu sendiri. Bahkan jika telah mengambil S3 maka bisa terlibat mengikuti assesment sebagai hakim agung. “Saya sependapat bahwa advokat juga harus mengembangkan diri dan jangan cepat puas, bahkan kalau perlu harus bisa beracara di luar Papua bahkan luar negeri sebab dari HAPI sendiri sudah ada yang melakukan itu (beracara di luar negeri),” imbuhnya. (ade)

newsportal

Recent Posts

Pembelian BBM Subsidi Bakal Dibatasi!

Salah satu poin yang disiapkan dalam rancangan instruksi kepala daerah adalah pembatasan jumlah pembelian BBM…

3 hours ago

Ketika Sekolah Formal Tak Lagi Terjangkau, PKBM Menjadi Pintu Kedua

Data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbud) tahun 2023 menunjukkan, sebanyak 152.319 anak di…

6 hours ago

Pemprov Papua Barat Tingkatkan Status Siaga Karhutla Menjadi Waspada

Pemerintah Provinsi Papua Barat telah meningkatkan status penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari siaga…

11 hours ago

Trafik Pelabuhan Merauke Tumbuh di Atas 10 Persen

Pengembangan Pelabuhan Merauke terus dipersiapkan seiring meningkatnya aktivitas dan trafik angkutan barang. Saat ini, pengembangan…

12 hours ago

BKPSDM Provinsi Papua Pegunungan Didesak Beri Kepastian

Koordinator Umum, Bertho Nayak Entama, menegaskan bahwa proses CASN Formasi 2024 telah berjalan cukup lama,…

13 hours ago

Kebakaran di Dok IX, Polisi Tetapkan Satu Tersangka

  Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen mengatakan, penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik…

14 hours ago