Categories: METROPOLIS

Siapkan Hari Sagu dengan Konsep Pariwisata Atraktif

JAYAPURA – Setelah sukses menyelenggarakan Festival Sagu dalam rangka hari Kekayaan Intelektual (KI) sedunia pada, 24-26 April lalu selama tiga hari. Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) Papua kini tengah mematangkan langkah untuk mempersiapkan diri dalam memperingati “Hari Sagu Indonesia” yang jatuh pada, 21 Juni 2026 mendatang.

Kepala Kemenkum Papua, Anthonius Ayorbaba menyatakan bahwa pihaknya mendorong Pemerintah Provinsi Papua melalui dinas terkait atau pemegang merek lokal seperti “Colo Sagu” untuk menjadi inisiator dalam memperingati hari tersebut.

Hal ini ia sampaikan, mengingat waktu persiapan yang hanya tersisa satu bulan. Karena itu pihaknya berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh, terutama dalam penyediaan data Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bagi orang asli Papua.

Salah satu target utama dari rangkaian kegiatan ini adalah penyusunan peta jalan (roadmap) dan blueprint pengembangan potensi sagu di Papua. Dokumen strategis ini rencananya akan diserahkan kepada pemerintah daerah serta Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otsus Papua untuk diteruskan ke Bappenas.

“Target utama kami adalah pembentukan ekosistem dari hulu ke hilir untuk hilirisasi sagu di Papua,” ujar Ayorbaba di Kotaraja Selasa (28/4).

Kegiatan ini mencakup pendaftaran Indikasi Geografis untuk sagu Papua serta mendorong terciptanya regulasi daerah, baik berupa Perdasi, Perdasus, maupun instruksi kepala daerah agar pengelolaan sagu menjadi prioritas pembangunan. Terkait rencana menuju 21 Juni nanti, Kemenkumham Papua juga mengusulkan konsep pariwisata atraktif dengan melibatkan Kementerian Pariwisata. Terdapat tiga target inovasi yang diusung, diantaranya Kelas Menokok, The Papuan House The Sagu, dan Kompetisi Kreatif.

Untuk kelas menokok, di mana mendirikan tempat belajar mengolah sagu secara tradisional di kampung-kampung sebagai salah satu daya tarik bagi wisatawan. Selain itu dalam acara ini juga, Kemenkum berencana membangun The Papuan House of Sagu atau pembangunan museum mini untuk mendokumentasikan sejarah sagu, termasuk memanfaatkan referensi riset dari perpustakaan Leiden, Belanda.

Tak sampai di situ saja, Anthonius juga menyebut dalam acara itu nantinya berbagai jenis perlombaan yang akan disiapkan panitia penyelenggara diantaranya Kompetisi Kreatif, seperti penyelenggaraan lomba penulisan cerita, pembuatan film dokumenter, hingga lomba tari Yospan dengan musik live bertema sagu.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Gubernur Papua Tiadakan Penerimaan CPNS

Gubernur menegaskan, keputusan tersebut merupakan kebijakan yang tidak populer, namun harus diambil demi menjaga stabilitas…

6 hours ago

3 Hari Berturut-turut Masyarakat Sipil Diserang

Insiden pertama terjadi pada Senin (27/4), disusul kejadian serupa pada Selasa (28/4) sekitar pukul 11.22…

7 hours ago

Pola Pengamanan di Papua Bakal Dievaluasi

Ia menegaskan, tujuan utama negara adalah melindungi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, pendekatan keamanan tidak…

8 hours ago

Bupati Silih Berganti Kondisi Jalan dan Selokan Tak Pernah Berubah

Hingga hari ini, meski zaman berubah, Pasar Lama Sentani tidak pernah benar-benar sepi. Di setiap…

9 hours ago

Serap Keluhan dan Aspirasi Hakim, Mulai Masalah Pengawasan hingga Kesejahteraan

Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi KY, Abhan, yang memaparkan materi sekaligus…

9 hours ago

Sanksi Menanti yang Live Saat Jam Kerja

​Langkah ini diambil guna memastikan integritas pelayanan publik tidak terganggu oleh aktivitas pribadi di platform…

10 hours ago