Categories: METROPOLIS

Pasar Dibuka, Masih Ada Pedagang Reaktif

Ada Juga yang Belum Ikut Rapid Test Ikut Berjualan  

JAYAPURA-Ketua Tim Gugus Covid-19 Kota Jayapura Ir.H.Rustan Saru, MM., bersama Ketua Pansus DPRD Kota Jayapura Yuli Rahman, dan beberapa anggota DPRD Kota Jayapura, melakukan Sidak setelah Pasar Youtefa Abepura resmi dibuka kembali, pada hari Selasa(30/6) kemarin.    
  Dari Sidak ini Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Jayapura Rustan Saru, mengaku, sangat prihatin karena masih banyak ditemukan pedagang seperti Orang Kepala Batu (OKB), karena dalam berjualan tidak menerapkan protokol kesehatan,  ada yang jualan tidak memakai masker. Parahnya lagi, ada pedagang yang dinyatakan reaktif diberi kartu warna kuning masih ikut berjualan padahal mereka ini berbahaya, harus menunggu hasil pemeriksaan Swab apakah hasilnya negatif atau positif dan ada juga yang belum mengambil belum melakukan rapid test ikut berjualan. 

SIDAK_Ketua Tim Gugus Covid-19 Kota Jayapura Ir.H.Rustan Saru, MM., bersama Ketua Pansus DPRD Kota Jayapura Yuli Rahman, dan beberapa anggota DPRD Kota Jayapura melakukan Sidak setelah pasar Youtefa Abepura resmi dibuka kembali hari Selasa(30/6) kemarin. ( FOTO: Priyadi/Cepos)

  Melihat kondisi ini, Rustan Saru minta Satpol PP Kota Jayapura untuk melakukan pemasangan Satpol Line di tempat jualannya, sampai mereka benar-benar telah menjalani aturan. “Kita sudah komitmen bersama selama 3 hari pasar ditutup, maka warga harus ambil kartu hasil rapid test dan yang sudah ada hasilnya kalau negatif bisa jualan, sedangkan yang warna kuning istirahat dulu satu Minggu menunggu hasilnya, sedangkan yang belum rapid test harus ikut jika tidak tidak boleh jualan dulu,”ungkapnya.    
  Dijelaskan, aturan yang dilakukan pemerintah ini sebagai bentuk perhatian dan kepedulian terhadap pedagang, dalam menjaga keselamatan untuk tidak terkena virus Corona. Jadi jika ada kios atau lapak pedagang yang disuruh tutup atau diberi Satpol line pedagang harus ikuti aturan pemerintah. Karena apa yang dilakukan pemerintah ini baik tidak membuat pedagang susah.       Pedagang juga diminta untuk menerapkan protokol kesehatan, karena dengan menerapkan protokol Kesehatan maka penyebaran virus Corona bisa diatasi dengan baik.  
  Semetara itu, Ketua Pansus DPRD Kota Jayapura Yuli Rahman menambah kan, selama tiga hari Pasar Youtefa Abepura ditutup dan kini sudah dibuka kembali, selama penutupan telah dilakukan penyemprotan desinfektan, pengangkut sampah dan penimbunan jalan, jadi diminta kepada pedagang untuk menerapkan protokol Kesehatan.

   Sekedar diketahui, penutupan pasar selama tiga hari diterjunkan sedikitnya 75 personil baik dari petugas kebersihan, Dinas PUPR PKP Kota Jayapura, Satpol PP Kota Jayapura, Petugas Disperindagkop dan dari kalangan masyarakat lainnya yang membantu. Dan dana yang dikeluarkan saat dilakukan penyemprotan, pembersihan sampah, penimbunan jalan habiskan anggaran sekira Rp 75 juta.(dil)

newsportal

Recent Posts

Suara Perempuan Papua Diduga Ada 107 Ribu Warga Mengungsi

Jelasnya praktik kekerasan berbasis gender, kekerasan seksual, serta diskriminasi struktural maupun kultural dialami perempuan Papua…

2 days ago

Pembangunan Terminal Khusus Masih Dalam Tahap Pembahasan

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Papua Selatan, Paino ditemui media ini disela-sela pembahasan…

2 days ago

Siap Sambut Rencana Investasi Rp 100 Triliun

Petrus Assem menjelaskan, penanaman tebu di Merauke tersebut untuk industry gula dengan produk turunannya bioethanol…

2 days ago

Pengukuhan Lembaga Adat Belum Dilakukan

Di tengah desakan kelompok warga yang menuntut pengukuhan lembaga adat, Bupati Mimika Johannes Rettob memilih…

2 days ago

Disinyalir Terjadi Pelanggaran HAM Berat

al ini disampaikan langsung Direktur Eksekutif ALDP, Latifah Anum Siregar kepada Cenderawasih Pos melalui keterangan…

2 days ago

Bulog Salurkan Bantuan Pangan untuk 27 Ribu Warga

Perum Bulog Kantor Cabang (KC) Timika mulai mematangkan persiapan penyaluran bantuan pangan berupa beras dan…

2 days ago