Categories: MIMIKA

Kasus Penganiayaan Warga Binaan Lapas Timika Diselesaikan Secara Kekeluargaan

MIMIKA – Kasus penganiayaan oleh oknum pegawai Lapas Kelas II Timika terhadap seorang warga binaan dipastikan segera diselesaikan secara kekeluargaan.

Kasat Reskrim Polres Mimika, Iptu Fajar Zadiq mengatakan, kedua belah pihak sudah bersepakat untuk melakukan perdamaian.

Fajar juga menyebut, surat permohonan pencabutan perkara pun telah diterima, namun sesuai dengan SOP polisi akan melakukan gelar perkara terlebih dahulu.

“Kami dari penyidik tetap melakukan gelar perkara terlebih dahulu. Nanti dari hasil gelar perkara kasus ini bisa kita hentikan atau seperti apa nanti. Itu keputusan yang tidak bisa kita ambil sendiri, tentunya kita akan libatkan unsur pimpinan dari Polres sendiri,” kata Fajar saat ditemui, Senin (27/5/2024).

Fajar melanjutkan, untuk gelar perkara akan dilakukan hari ini. Nantinya, setelah dilaksanakan gelar perkara, apabila ada kesepakatan dari kedua belah pihak maka akan dipulangkan yang bersangkutan.

Sementara itu, sebelumnya tersangka berinisial AE diketahui melakukan penganiayaan terhadap seorang warga binaan bernama Gerardus Maturan (28).

AE ditangkap polisi di jalur 3 Jalan Pendidikan, Kabupaten Mimika, Papua Tengah pada Sabtu, 11 Mei 2024 sekitar pukul 20.40 WIT.

Tersangka yang merupakan pegawai Lapas Timika itu, melakukan penganiayaan di dalam Lapas Timika dengan cara menusuk korban mengunakan alat tajam.(mww)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos   

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Temuan Pemborosan Anggaran Jadi Perhatian DPRP di APBD Perubahan

   Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, mengatakan pembahasan tindak lanjut akan dilakukan oleh masing-masing…

12 hours ago

DPR Kota Jayapura Tetapkan 12 Raperda Dibahas Tahun Ini

  Regulasi ini mencakup empat (4) Raperda kategori APBD dan Delapan (8) Raperda Non-APBD guna…

13 hours ago

Mantan Bendahara Bunda PAUD Papsel Divonis 4 Tahun Penjara

Putusan Majelis Hakim Tipikor Jayapura tersebut  lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya yang…

14 hours ago

Pergaulan Bebas dan Faktor Ekonomi Jadi Penyebab 1000 Lebih Anak Berhenti Sekolah

  Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng…

15 hours ago

Stok Obat Menipis, Pelayanan Puskesmas Mopah Baru Terancam Terganggu

Kepala Puskesmas (Kapus) Mopah Baru Severina SH. Wiratwanti menyampaikan, stok obat, terutama jenis obat yang…

16 hours ago

Kemarau Panjang di Papua Pegunungan, Sejumlah Sumur Bor Milik Warga Mulai Mengering

Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan ini dimulai dari…

17 hours ago