Categories: MIMIKA

Masih Dalami Kasus Pembakaran Bendera di Sp2 Timika

MIMIKA – Penyidik dari Satuan Reserse Kriminal (Sar Reskrim) Polres Mimika masih melakukan pendalaman terkait kasus pembakaran bendera yang dilakukan sejumlah pemuda di Mimika pada Jumat, 16 Agustus lalu.

Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Fajar Zadiq menyebutkan, pihaknya sudah mengantongi video rekaman CCTV sebagai bukti tambahan atas perkara tersebut.

AKP Fajar mengatakan, dalam rekaman video rekaman CCTV tersebut memang terlibat ada sekitar empat hingga lima orang yang membakar bendera. 

“Saat ini orang-orang itu masih dalam penyelidikan kita, siapa-siapanya, namanya belum kita kantongi tapi itu tentu menjadi pekerjaan rumah buat kita untuk kita tindak lanjuti,” tegas AKP Fajar saat ditemui, Senin (19/8) kemarin.

AKP Fajar menjelaskan, singkatnya kejadian ini terjadi pada tanggal 16 Agustus 2024 sekitar pukul 02.30 WIT (dini hari) di Jalan Cenderawasih Sp2 di mana sejumlah orang dilaporkan melakukan aksi bakar bendera.

Aksi ini terjadi satu hari sebelum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) kemerdekaan Republik Indonesia ke-79 di Kabupaten Mimika.  Dalam video rekaman CCTV itu jelas terlibat sejumlah pemuda mencabut bender yang diikat di kayu yang ditancap di pembatas jalan kemudian membakarnya di pinggir jalan.  Usai beraksi, bendera yang sudah dibakar itu kemudian di pasang kembali.

Warga yang mengetahui hal itu langsung melaporkannya ke Polisi. Tak berselang lama, usai menerima laporan, polisi kemudian merespon ke tempat kejadian perkara (TKP).

“Itu bendera tidak semuanya terbakar, hanya ujung-ujungnya saja. Untuk bendera sudah kita amankan kurang lebih sekitar 5 lembar,” terang AKP Fajar. “Jadi yang kita ambil itu (bendera) yang sudah tercecer,” pungkasnya. (mww/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Keluhkan Kecilnya DAU dan ASN yang Enggan Pindah

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri menyebut efisiensi anggaran bagi pemerintah daerah masih berlanjut pada 2027. Para…

14 hours ago

Sanksi Jangan Berhenti di Administratif

Merespon terkait dengan itu, ​Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, menyatakan bahwa tindakan suspend…

15 hours ago

Dana Otsus Bukan untuk Operasional dan Belanja Kantor!

Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan penggunaan dana otsus saat ini…

2 days ago

Bupati Keerom Minta Distrik Bersih dan Aman jelang Puncak HUT RI

Fokus utama arahan tersebut adalah menjaga keamanan, kebersihan, serta kedisiplinan jajaran pemerintahan distrik dalam melayani…

2 days ago

Kapolres Merauke: Jangan Sampai Kejadian di Puncak Terjadi di Merauke

Leonardo mengatakan, kejadian tersebut menjadi perhatian bersama karena menimbulkan kerugian. Karena itu, berbagai potensi persoalan…

2 days ago

Ini Alasan Fatal Mengapa Bendera Merah Putih Haram Menyentuh Tanah!

Pengibaran Bendera Merah Putih menjadi salah satu bagian paling dinantikan dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan.…

2 days ago