Categories: MIMIKA

Enam Kabupaten dengan Prevalensi Stunting Tertinggi di Papua Tengah

TIMIKA – Pemerintah pusat menargetkan penurunan stunting di Tahun 2024 turun ke angka 14 persen. Sepertinya ini akan menjadi pekerjaan berat, sebab sejumlah daerah memiliki prevalensi yang masih tinggi dari angka nasional.

Bahkan di wilayah Papua Tengah, setidaknya masih ada enam kabupaten dengan prevalensi stunting yang tinggi dari provinsi. Enam kabupaten tersebut yakni Kabupaten Puncak Jaya, Puncak, Dogiyai, Intan Jaya, Paniai dan Mimika.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, dr Silwanus Sumule pada kegiatan Raker Kesehatan Daerah Provinsi Papua Tengah yang digelar di Timika mengatakan percepatan penurunan stunting jadi salah satu dari tiga program prioritas Pemprov Papua Tengah di bidang kesehatan. Dua lainnya yaitu layanan mobile health service dan akselerasi akses dan mutu pelayanan kesehatan.

Pendekatan terhadap tiga program ini kata Silwanus, dilakukan melalui penyusunan program, perencanaan, penganggaran, penatausahaan, pelaksanaan dan pendampingan yang tepat. Dari sisi anggaran, pada Tahun 2023 ini Pemprov Papua Tengah menganggarkan dana Rp 57,5 miliar untuk membayar premi Jaminan Kesehatan Nasional termasuk Rp 28,2 miliar untuk Kartu Otsus Sehat.

“Untuk itu saya minta perhatian dari yang sungguh-sungguh bagi para direktur rumah sakit, kepala dinas kesehatan untuk memastikan seluruh masyarakat Papua Tengah khususnya orang asli Papua harus mendapatkan layanan kesehatan yang prima,” katanya.

Terkait percepatan penurunan stunting, Pemprov Papua Tengah juga telah membentuk tim dan menyiapkan dana hampir Rp 50 miliar. Sehingga fasilitas kesehatan diminta memperhatikan beberapa hal.

Seperti melakukan skrining anemia dan pemberian tablet tambah darah bagi kelompok remaja putri. Pemeriksaan kehamilan, pemberian tablet tambah darah dan makanan tambahan bagi ibu hamil. Pemantauan pertumbuhan balita, pemberian ASI eksklusif, pemberian makanan pengganti ASI kaya protein bagi balita serta meningkatkan cakupan dan perluasan imunisasi.

“Saya sungguh menaruh harapan kepada insan kesehatan saling bahu membahu percepat penurunan stunting di Papua Tengah. Dengan penurunan stunting ini saya berharap akan tercapai manusia Papua Tengah yang unggul dalam persaingan global,” ujar Silwanus.

Ia juga ingin memastikan dua rumah sakit di Papua Tengah yakni RSUD Nabire dan RSUD Mimika menjadi penyangga pelayanan medik di Provinsi Papua Tengah sebelum dirujuk ke rumah sakit rujukan nasional.(ryu)

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Dana Otsus Bukan untuk Operasional dan Belanja Kantor!

Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan penggunaan dana otsus saat ini…

3 hours ago

Bupati Keerom Minta Distrik Bersih dan Aman jelang Puncak HUT RI

Fokus utama arahan tersebut adalah menjaga keamanan, kebersihan, serta kedisiplinan jajaran pemerintahan distrik dalam melayani…

3 hours ago

Kapolres Merauke: Jangan Sampai Kejadian di Puncak Terjadi di Merauke

Leonardo mengatakan, kejadian tersebut menjadi perhatian bersama karena menimbulkan kerugian. Karena itu, berbagai potensi persoalan…

4 hours ago

Ini Alasan Fatal Mengapa Bendera Merah Putih Haram Menyentuh Tanah!

Pengibaran Bendera Merah Putih menjadi salah satu bagian paling dinantikan dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan.…

4 hours ago

Potensi Besar di Sektor Retribusi, Tapi Terbentur Kepentingan Masyarakat Adat

   Car Free Day (CFD) yang digelar setiap Sabtu tersebut kini menjadi salah satu ruang…

5 hours ago

Meriahkan HUT RI, Joged Veronika dan Yospan Asaibori di Mandala

  Salah satu atraksi yang akan menjadi perhatian dalam peringatan HUT ke-81 RI tahun ini…

5 hours ago