Kapolres menyebut, setelah diperintahkan untuk ditutup, tambang ilegal itu sudah tidak lagi beroperasi. Kendati demikian, apabila masih ada oknum-oknum bandel yang ingin melakukan penambangan maka resiko akan ditanggung sendiri. “Untuk penambang kita sudah sampaikan tidak boleh lagi menambang. Kalo ada lagi yang masih menambang berarti itu resiko,” ujarnya.
Sampai saat ini, personel dari Polsek (Mimika Barat) dibackup Brimob Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Papua masih berjaga di Kampung Wakia. Masyarakat juga meminta agar Polres Mimika mendirikan Pos Polisi (Pospol) serta menempatkan personel di Kampung Wakia. Namun, Kapolres mengatakan bahwa hal ini akan terlebih dahulu dibahas bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika.
“Nanti akan kami sampaikan ke Pemerintah Kabupaten Mimika, apakah bisa membantu kita memberikan fasilitas pendirian pos keamanan. Kalau kami akan selalu siap menempatkan personil di sana,” ungkapnya. “Yang jelas penanganan ini mereka hanya menunggu dari Pemerintah Daerah,” tutupnya. (mww/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Kepala Dinas Kesehatan Lanny Jaya, Niel Yigibalom, SKM., M.Si., menyampaikan kondisi tersebut dalam rapat bersama…
Wakil Gubernur Papua Pegununugan Dr. Ones Pahabol, SE, MM menyatakan tak bisa dipungkiri lagi jika…
Perusahaan Umum (Perum) Bulog Kanwil Papua dan Papua Barat menyiapkan stok beras sebanyak 27.900 ton…
Dia menjelaskan pihaknya berharap fasilitas olahraga yang dibangun menjadi sarana bagi para siswa untuk…
Pelantikan tersebut menjadi bagian dari konsolidasi organisasi Partai Golkar hingga tingkat akar rumput sebagai…
Momen ini menjadi tonggak penting bagi kebangkitan Pramuka di Kabupaten Keerom setelah sempat vakum selama…