

Obat biru Malaria
MIMIKA – Obat biru malaria atau dengan nama lain DHP Frimal kini sudah kembali tersedia di berbagai fasilitas kesehatan yang ada di Mimika setelah sebelumnya terjadi kekosongan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold J. Ubra mengatakan, pihaknya telah menerima obat DHP Frimal dari Kementerian Kesehatan melalui Pemerintah Provinsi Papua Tengah pada akhir bulan Juni 2025.
“Akhir bulan Juni itu kami terima 35.000 tablet obat biru,” kata Reynold saat ditemui wartawan di lapangan kantor pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (7/7/2025).
Sebelumnya, karena kekosongan, masyarakat Kabupaten Mimika yang menderita sakit malaria harus mengkonsumsi obat D-arteep Dispersible atau pil berwarna putih yang menjadi pengganti sementara DHP Frimal.
Page: 1 2
Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam perkara tersebut, Jumat…
Tim Mutiara Hitam wajib mengamankan tiga poin untuk memutus tren buruk mereka di awal musim…
Penganiayaan tersebut diduga dipicu cekcok antara korban dan pelaku berinisial RM (20) dimana pelaku dan…
Sorotan ini menjadi krusial mengingat posisi geopolitik Pasifik dan sensitivitas isu kedaulatan nasional Indonesia di…
Bertepatan dengan peringatan momen bersejarah Perjanjian Roma, yang jatuh, 30 September setiap tahunnya, pihak KNPB…
Dalam reshuffle kali ini, Prabowo melantik sejumlah pejabat untuk mengisi posisi strategis di pemerintahan. Mereka…