Namun kini, masyarakat tak perlu khawatir akan hal tersebut karena obat biru sudah kembali tersedia di berbagai fasilitas kesehatan yang ada. Di Mimika, dalam satu tahun setidaknya dibutuhkan kurang lebih 2 juta tablet obat DHP Frimal untuk pasien yang terpapar malaria.
Namun, kata Reynold Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika biasanya hanya mendapatkan 1,2 juta sampai 1,5 juta tablet dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Sementara itu, Reynold menyebutkan bahwa tingginya kasus malaria di Kabupaten Mimika sebenarnya dipicu oleh kekambuhan. Hal ini terjadi akibat kurangnya kepatuhan masyarakat atau pasien terpapar malaria dalam mengkonsumsi obat secara teratur.
Selain itu, juga disebabkan oleh lingkungan yang tida bersih. Karenanya, masyarakat perlu menggunakan dua pendekatan untuk melawan malaria, yakni minum obat teratur sesuai dosis dan mengendalikan tempat perundikan nyamuk. (mww/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Pengadilan Militer III-19 Jayapura sebagai salah satu penyelenggara peradilan di tingkat pertama mempunyai tugas untuk…
Kepala Kejaksaan Negeri Merauke Dr. Paris Manalu, SH, MH, didampingi Kepala Seksi Pemulihan Aset Arief…
Saat ini, Pemerintah Kota Jayapura telah melantik sebanyak 26 pimpinan OPD sebagai pejabat definitif. Namun…
Plt Kepala PELNI Cabang Merauke Sandi mengungkapkan, KM Tatamailau yang tiba dan sandar di Dermaga…
Untuk itu, Rustan Saru meminta Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Jayapura agar segera melakukan evaluasi menyeluruh…
Ketua Panitia Pelaksana Soleman Jambormias didampingi Wakil Ketua dan Sekretaris Panitia kepada wartawan mengungkapkan, Sidang…