Selain itu, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jayapura juga akui, sudah cukup dilakukan pelatihan dan pendampingan, karena hampir semua mama-mama Papua sudah dapat mengkreasikan pangan lokal dengan baik.
“Kami kedepannya akan lebih fokus pada penjualan kuliner lokal, baik melalui kegiatan pemerintahan, melalui kegiatan-kegiatan pariwisata, dan sebagainya diharapkan agar kreasi kuliner lokal ini dapat meningkatkan ekonomi bagi masyarakat,” pungkasnya.
Untuk diketahui, adapun pangan lokal yang disajikan dalam Festival Kuliner Makanan Tradisional, terdiri dari olahan ubi-ubian, sagu, pisang, ikan gabus dan ulat sagu.
Adapun macam-macam menu yang disajikan, gulai ikan lohan, ikan gabus yang dimasak dalam belanga tanah liat, bolu ubi ungu, sate ulat sagu, sate gabus, puding ubi, sinoleng, kroket singkong, cendol sagu dan berbagai menu lainnya. (ana/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Kepala Karantina Papua Tengah Anton Panji Mahendra mengatakan, pengawasan dilakukan sebagai bagian dari tugas Barantin…
Sejak April 2025, rumah sakit milik Pemerintah Kota Jayapura tersebut menjalankan Program Jaminan Direktur,…
Hanya berselang 15 menit setelah insiden, Tim Babat Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Mimika yang…
Kajati Papua Jefferdian mengatakan, pertemuan tersebut merupakan agenda silaturahmi yang secara rutin dilakukan secara bergantian…
Peninjauan meliputi akses jalan menuju kawasan pusat pemerintahan Daerah Otonom Baru (DOB) Papua Selatan hingga…
enghubung Komisi Yudisial (KY) Republik Indonesia Wilayah Papua secara resmi menyatakan dukungan penuh terhadap penguatan…