Selain itu, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jayapura juga akui, sudah cukup dilakukan pelatihan dan pendampingan, karena hampir semua mama-mama Papua sudah dapat mengkreasikan pangan lokal dengan baik.
“Kami kedepannya akan lebih fokus pada penjualan kuliner lokal, baik melalui kegiatan pemerintahan, melalui kegiatan-kegiatan pariwisata, dan sebagainya diharapkan agar kreasi kuliner lokal ini dapat meningkatkan ekonomi bagi masyarakat,” pungkasnya.
Untuk diketahui, adapun pangan lokal yang disajikan dalam Festival Kuliner Makanan Tradisional, terdiri dari olahan ubi-ubian, sagu, pisang, ikan gabus dan ulat sagu.
Adapun macam-macam menu yang disajikan, gulai ikan lohan, ikan gabus yang dimasak dalam belanga tanah liat, bolu ubi ungu, sate ulat sagu, sate gabus, puding ubi, sinoleng, kroket singkong, cendol sagu dan berbagai menu lainnya. (ana/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Dulu, Gubernur Lukas Enembe sempat mengeluarkan penyataan aneh namun masuk akal. “Jika ingin membangun Papua…
Gerakan lincah dan atraktif dari para penari ini membuat para pengunjung sontak bersorak memberi semangat.…
Esther menjelaskan, dirinya bersama sang suami mulai bekerja di Sekolah Papua Harapan yang berada di…
Sekretaris Vihara Arya Dharma Kotaraja Jayapura Hendri Festival lampion melambangkan harapan, kebahagiaan, keberuntungan, dan kehidupan…
Kapolres Jayapura AKBP Umar Nasatekay, S.I.K melalui Kasat Reskrim AKP Alamsyah Ali, S.H., M.H menjelaskan…
"Tahun Kuda Api identik dengan semangat tinggi dan keberanian mengambil langkah baru. Ini menjadi waktu…