Categories: SENTANI

Tingkat BOR RSUD Yowari Capai 91 Persen

SENTANI– Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Yowari, Kabupaten Jayapura, terus berupaya memberikan pelayanan kesehatan yang optimal, baik untuk pasien rawat jalan maupun rawat inap. Tingginya kebutuhan layanan terlihat dari angka keterisian tempat tidur (Bed Occupancy Rate/BOR) yang mencapai 91 persen.

Direktur RSUD Yowari, drg. Maryen Braweri, M.Kes., menyebut sebagian besar pasien berasal dari wilayah Distrik Sentani Kota, Distrik Waibu dan distrik lain di Kabupaten Jayapura. Selain itu, RSUD Yowari juga menerima pasien rujukan dari kabupaten tetangga.

“BOR kita tinggi bisa mencapai 91 persen. Pasien rawat inap bukan hanya dari Distrik Sentani dan Waibu, tetapi juga dari daerah lain yang dirujuk ke sini,” jelasnya, Selasa (26/8).

Maryen menambahkan, RSUD Yowari memiliki data lengkap terkait jumlah pasien rawat jalan, rawat inap, asal daerah, hingga 10 penyakit terbanyak yang ditangani. Data ini penting untuk bahan evaluasi dan perencanaan peningkatan layanan.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

490 Daerah Tak Punya Uang untuk Bayar Gaji ASN

Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…

22 hours ago

Kodam Sebut Kevin Tewas Dalam Laka Tunggal

   Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…

23 hours ago

Kuasai Abepura, Agenda Demo Harus Terkendali

Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…

24 hours ago

Hotel Boleh Sepi Sekarang, Tapi Jurusan Perhotelan Paling Banyak Diincar Siswa

   Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…

1 day ago

Yulianto: Banyak Masalah Tanah Belum Tuntas

​Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…

1 day ago

Hanya Bermodalkan Rp 500 Ribu, Makanan Basi Terdeteksi Lima Detik.

Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…

1 day ago