

Miki Wuka (kanan) saat menjelaskan susuna kayu sebelum meletakkan jenasah dalam proses Warekma di KedIAMan, Entrop, belum lama ini. (Gamel Cepos)
Menyimak Prosesi Warekma, Pembakaran Jenazah Ala Suku Hubula yang Dikenal Sakral (Bagian 2-Habis)
Pembakaran jenazah ala Suku Hubula tidak hanya menggambarkan proses perginya anggota keluarga ke dunia lain tetapi bisa juga menitipkan pesan soal rekam jejak selama hidup. Ini ceritanya.
Laporan: Abdel Gamel Naser_Jayapura
Werakma memang menjelaskan soal proses pembakaran jenazah. Namun siapa sangka ada banyak cerita menarik yang bisa diikuti dalam proses ini. Werakma ternyata tak sekedar membakar jenazah melainkan ada nilai sosial, kekerabatan, mitos hingga kepercayaan yang diyakini hingga kini.
Jika sesi pertama lebih banyak menceritakan tentang kisah Miki yang pernah kedukaan hingga harus memotong telinganya, pada edisi terakhir ini menjelaskan tentang proses dan pesan apa saja dari tahapan Warekma. Miki menjelaskan bahwa jenazah sebelum dibakar ternyata ada proses untuk dimandikan.
Hanya saja tidak lagi menggunakan air melainkan minyak babi. Awalnya jenazah diletakkan di atas daun pisang kemudian secara perlahan dilumuri minyak babi.
“Untuk proses ini orang yang memandikan atau melumuri dengan minyak babi juga bukan orang sembarang tapi saya tidak kan sebut disini,” jawab Miki.
Ia nampaknya masih menjaga keistimewaan dari para pihak dimana tidak semua bisa diungkap secara terbuka di media karena menyangkut tradisi yang memang dirahasiakan. Lalu ternyata ada pebedaan dari jumlah kayu untuk jenazah anak-anak maupun orang dewasa. Untuk anak kecil biasa hanya 12 belahan kayu. Untuk usia remaja 18-20 kayu dan orang dewasa sebanyak 29-32 potongan kayu namun terkadang tergantung besar tubuhnya.
Papua Surgical Update (PSU) 2026 ini diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari dokter spesialis,…
Pares menyatakan, Komisi C secara penuh mendukung langkah tegas Pemkot Jayapura dalam menertibkan area pasar.…
Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua dan Maluku Ispiani…
Untuk memastikan roda organisasi dan pelayanan akademik tidak terhenti, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan…
Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mendorong pelayanan pertanahan dapat menjangkau masyarakat hingga wilayah pelosok melalui…
Abisai menilai, kearifan lokal dan berbagai potensi yang dimiliki setiap kampung merupakan kekayaan yang…