

Tumpukan sampah yang mulai mengular di Jln. Youmake Sentani yang mulai meresahkan warga, Rabu (25/3). (foto:Yohana/Cepos)
SENTANI – Tumpukan sampah yang mengular di sejumlah titik pasca libur panjang Lebaran menjadi pekerjaan rumah bagi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jayapura. Salah satu titik yang dikeluhkan warga berada di sepanjang Jalan Youmake, dimana timbunan sampah bahkan mulai memakan badan jalan dan menimbulkan aroma tidak sedap. Kondisi ini membuat warga dan pengguna jalan merasa tidak nyaman saat melintas.
Riana, warga BTN Joko Indah, mengaku kondisi tersebut sudah terjadi sejak masa libur Lebaran. Ia menyebut, biasanya tersedia bak penampungan sampah yang disiapkan oleh petugas kebersihan, namun saat ini fasilitas tersebut tidak terlihat.
“Biasanya disiapkan dua bak sampah, jadi kami buang langsung ke situ. Tapi sejak libur Lebaran tidak ada lagi bak penampung, sehingga masyarakat akhirnya membuang sampah di pinggir jalan,” ujarnya.
Selain menimbulkan bau menyengat, tumpukan sampah juga mengundang lalat dan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan. Bahkan, masih ditemukan warga yang membongkar sampah untuk mencari sisa makanan sebagai pakan ternak.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jayapura, Salmon Telenggen, mengatakan pihaknya segera melakukan pembersihan di area terdampak. Ia menjelaskan, saat ini DLH memiliki sekitar 300 tenaga kerja yang telah dibagi sesuai wilayah kerja, mulai dari Kampung Doyo Baru hingga Nendi Hati Hilang.
“Tenaga tersebut terdiri dari pegawai tetap maupun tenaga harian lepas yang bekerja sepanjang tahun,” terangnya.
Page: 1 2
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri menyebut efisiensi anggaran bagi pemerintah daerah masih berlanjut pada 2027. Para…
Merespon terkait dengan itu, Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, menyatakan bahwa tindakan suspend…
Penegasan tersebut disampaikan menyusul adanya pernyataan dari kelompok yang mengatasnamakan TPNPB yang mengancam akan menggagalkan…
Fakhiri mengatakan, kejadian serupa sebenarnya pernah terjadi di sejumlah daerah. Namun, khusus untuk Papua,…
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan posisi utang pemerintah sebesar Rp10.000 triliun hingga pertengahan 2026 masih terkendali…
Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan penggunaan dana otsus saat ini…