

Pasar Pharaa yang saat ini dibangun kembali oleh pemerintah setelah sempat terbakar pada Bulan Januari lalu. (FOTO: Robert Mboik Cepos)
SENTANI– Sekitar 20-an penjual bumbu dan peralatan rumah tangga, yang ikut menjadi korban terbakarnya Pasar Phara Sentani yang terjadi pada Januari lalu, hingga saat ini belum mendapatkan kios yang telah dibangun oleh pemerintah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jayapura.
“Korban kebakaran sebagian besar sudah mendapatkan kios , tetapi masih ada sekitar 20-an pedagang di bagian atas yang belum mendapatkan kios yang sudah dibangun oleh pemerintah,” kata Muhammad Iqbal, salah satu penjual bumbu di Pasar Pharaa Sentani, Sabtu (25/3).
Dia mengatakan, saat ini ada sekitar 400 an kios yang sudah dibangun oleh pemerintah dan itu sudah dibagikan kepada masing-masing pedagang lainnya yang sudah terdaftar sebelumnya yang menjadi korban dari peristiwa kebakaran pasar.
Menurut dia, berdasarkan penjelasan dari pemerintah, pembangunan pasar itu akan kembali dilakukan setelah lebaran nanti. “Informasi dari pemerintah akan dilanjutkan pembangunannya setelah lebaran,” ungkapnya.
Pihaknya berharap pemerintah segera melakukan pembangunan kios-kios yang juga ikut menjadi korban dari peristiwa kebakaran itu. Jika pemerintah belum melakukan pembangunan seluruh kios yang ikut jadi korban dalam peristiwa kebakaran itu, maka para pemiliknya sudah pasti kehilangan pekerjaannya dalam waktu yang sangat lama.
” Saya punya saja itu ada tiga kios yang ikut terbakar pada saat kejadian. Sampai saat ini kami belum mendapatkan kios lagi sehingga kami berharap apa yang sudah dijanjikan oleh pemerintah Kabupaten Jayapura segera diwujudkan,”ujarnya.(roy/ary)
Akademi Teknologi Laboratorium Medik Papua menyoroti tingginya ancaman tiga penyakit berbahaya di Papua, yakni malaria,…
Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK saat memimpin pendataan kerugian material…
Selain menetapkan tersangka, aparat kepolisian juga masih merangkum sejumlah laporan polisi yang masuk pasca insiden…
Peristiwa ini langsung memicu sorotan tajam lantaran terjadi di lingkungan tempat ibadah, sebuah ruang aman…
Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, menegaskan gereja dan masyarakat sipil tidak boleh menjadi sasaran dalam…
Namun bagi jemaat GKI Pengharapan, persoalan itu jauh lebih dalam daripada sekadar soal tanah dan…