

Pj Bupati Jayapura Semuel Siriwa didampingi Sekda Kabupaten Jayapura Hana S Hikoyabi dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Abdul Rahman Basri serta jajaran OPD di lingkungan Pemkab Jayapura, saat meninjau lokasi TPS Doyo Lama, Senin (23/9) kemarin. (foto: Humas Pemkab Jayapura for Cepos)
SENTANI– Pj Bupati Jayapura Semuel Siriwa menyatakan bahwa pada tanggal 1 Oktober 2024 pembuangan sampah sudah bisa dilakukan di TPA Waibron dan tidak ada lagi pembuangan sampah di TPA Doyo Lama, Distrik Waibu. Hal ini disampaikan Pj Bupati Jayapura Semuel Siriwa usai mengunjungi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Waibron, Distrik Sentani Barat didampingi Sekda Kabupaten Jayapura Hana S. Hikoyabi dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jayapura Abdul Rahman Basri, Senin (23/9) kemarin.
Dikatakan, sejauh ini pembuangan sampah di Kabupaten Jayapura masih dilakukan di TPS Doyo Lama, karena sudah dilakukan cukup lama dan sampah yang dihasilkan sudah banyak serta baunya menggangu warga yang tinggal didekat TPS Doyo Lama, sehingga mau tidak mau harus ada lahan baru untuk TPA di Kabupaten Jayapura.
“Mulai 1 Oktober 2024, pembuangan sampah sudah tidak di TPS Doyo Lama tetapi di TPA Waibron. Pemindahan lokasi pembuangan sampah ini dikarenakan TPS Doyo Lama berada di tengah kota, sehingga berdampak tidak baik bagi kesehatan warga yang tinggal di sekitar lokasi,”bebernya.
Untuk lebih memperkuat aturan dalam pembuangan sampah di TPA Waibron, maka akan dibuat surat edaran tentang pemindahan lokasi pembuangan sampah, yang akan disampaikan kepada masyarakat melalui Dinas Lingkungan Hidup.
“Dari 23 truk sampah Dinas Lingkungan Hidup, 15 armada disiapkan untuk mengawali pembuangan sampah di TPA Waibron dan lainnya menyusul,”imbuhnya.
Ditambahkan, untuk mendukung operasional dalam pembuangan sampah di TPA Waibron, maka ada alokasi anggaran yang diperuntukan untuk transportasi ke TPA Waibron. Sudah dianggarkan sesuai kemampuan anggaran daerah untuk beberapa bulan pengoperasian.
Kondisi kendaraan juga sudah diperhitungkan, dimana dari 23 truk sampah, yang bisa beroperasi 15-18 unit, karena memang dilihat dari medan juga tidak semua kendaraan bisa. Termasuk Sarpras di TPA juga harus ditingkatkan, seperti pemasangan pagar, termasuk pekerjaan di sana juga harus diberikan APK.
Page: 1 2
Melalui akun media sosial pribadinya, Mahfud melontarkan pandangan bernada heran namun tetap terbuka terhadap inovasi…
Penyidik Polres Merauke menetapkan MR (31), ayah kandung korban, sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan terhadap…
Ketua Koordinator Penghubung Komisi Yudisial RI Wilayah Papua, Dr. Methodius Kossay, S.H., M.Hum., CT., CMP,…
- Angka kemiskinan di Kota Jayapura mengalami peningkatan menjadi 12,03 persen pada 2025. Kondisi tersebut…
–DPR Papua meminta Pemerintah Provinsi Papua memastikan pengelolaan Dana Cadangan senilai Rp134,02 miliar dilakukan secara…
Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jayapura mengungkap dugaan penyalahgunaan izin tinggal yang dilakukan dua warga…