

Herald J. Berhitu . (Foto: Yohana/Cepos)
SENTANI – Pemerintah Kabupaten Jayapura melalui kerja sama antara Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dan Dinas Kesehatan melaksanakan Workshop Evaluasi Standar Operasional Prosedur (SOP) Program SITANDUK RUSA EMAS (Sistem Terintegrasi Pelayanan Kependudukan dan Rumah Sakit dan Puskesmas).
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Jayapura Herald J. Berhitu menjelaskan, Program SITANDUK RUSA EMAS merupakan inovasi daerah untuk meningkatkan cakupan akta kelahiran dengan mengintegrasikan layanan pencatatan kelahiran langsung di fasilitas kesehatan.
Program ini telah berjalan di RSUD Yowari dan lima Puskesmas (Puskesmas Sentani, Puskesmas Kampung Harapan, Puskesmas Waibu, Puskesmas Sentani Barat (Dosay) dan Puskesmas Nimbpkrang) terpilih di Kabupaten Jayapura sebagai bagian dari uji coba integrasi layanan antara sektor kesehatan dan administrasi kependudukan.
“Kami melaksanakan workshop ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan SOP yang digunakan dalam program SITANDUK RUSA EMAS, meninjau tantangan teknis dan operasional, serta merumuskan perbaikan untuk peningkatan efektivitas layanan,” katanya kepada wartawan, Selasa (22/7).
Lanjutnya, kolaborasi lintas sektor sangat penting dalam menjamin hak identitas anak. Melalui kegiatan ini diharapkan setiap anak yang lahir langsung tercatat didalam sistem.
“Melalui integrasi layanan ini, kami ingin memastikan bahwa setiap anak yang lahir di fasilitas kesehatan, langsung tercatat dalam sistem kependudukan dan memperoleh akta kelahiran tanpa harus melalui proses yang rumit,” terangnya.
Page: 1 2
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menyatakan evakuasi dilakukan setelah pihak…
Krisis pangan dan air bersih melanda ratusan warga di tiga distrik terisolasi Kabupaten Puncak, Papua…
Seratusan orang yang terdiri dari pelajar dan guru di SMAN 5 Jayapura, diduga keracunan makanan…
Badan Gizi Nasional (BGN) mengembalikan Rp311,2 miliar ke kas negara setelah menemukan anomali pada 414…
Kondisi ini diperkirakan kian mengkhawatirkan karena potensi aktifnya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) Positif pada…
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…