Categories: SENTANI

Mediasi Buntu, Dua Pihak Sepakat Tempuh Jalur Hukum

Pemalangan SDN Inpres Harapan Tetap Dilakukan Sampai Ada Kepastian Hukum

SENTANI – Polres Jayapura memfasilitasi pertemuan mediasi antara pihak SD Negeri Inpres Harapan, Pemerintah Kabupaten Jayapura, Badan Pertanahan Nasional dan pemilik hak ulayat terkait kasus pemalangan sekolah, Selasa (21/4).

Kapolres Jayapura, AKBP Dionisius V.D.P. Helan, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Bupati Jayapura untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.
Ia menjelaskan terdapat dua klaim kepemilikan atas lahan sekolah, yakni sertifikat dari pemerintah yang diterbitkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) serta klaim dari masyarakat sebagai pemilik hak ulayat yang juga memiliki sertifikat kepemilikan tanah yang dikeluarkan oleh BPN.

“Untuk itu, kami telah membentuk tim guna mengkaji dan memeriksa seluruh dokumen, mulai dari data BPN, saksi-saksi, hingga pihak-pihak yang terlibat dalam proses pelepasan dan pembayaran tanah SDN Inpres Harapan,” ujarnya.

Dari pihak pemerintah, disebutkan bahwa pembayaran ganti rugi tanah seluas 6.932 meter persegi telah dilakukan, dibuktikan dengan berita acara pembayaran pada masa kepemimpinan almarhum mantan Bupati Jayapura, Habel Suwae. Namun di sisi lain, masyarakat mengklaim memiliki sertifikat resmi serta telah membayar pajak atas lahan tersebut.

Akibat adanya dua klaim tersebut, kedua belah pihak sepakat menempuh jalur hukum untuk mendapatkan kepastian. Pemerintah Kabupaten Jayapura juga menyatakan siap melakukan pembayaran, namun harus berdasarkan putusan pengadilan. “Pemerintah tidak akan melakukan pembayaran tanpa adanya keputusan hukum yang tetap,” tegas Kapolres.

Sementara itu, Kepala SD Negeri Inpres Harapan, Suhartini Hidayat, mengungkapkan bahwa pemalangan sekolah telah terjadi untuk kedua kalinya, yakni pada 2025 dan kembali berlanjut pada 2026.

Akibatnya, kegiatan belajar mengajar terganggu dan para siswa harus berbagi ruang serta waktu dengan sekolah lain di sekitar, yakni SMP Lanterna dan SMA terdekat Lanterna. “Untuk sementara, SD masuk pagi, sedangkan SMP dan SMA masuk siang agar proses belajar tetap berjalan,” jelasnya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Persipura Bisa Home Base di Luar Papua

Salah satu sanksi yang berat, yakni menghukum Persipura tanpa penonton dalam laga kandang selama satu…

2 hours ago

Bawa 1,5 Kg Ganja, WNA Asal PNG Ditangkap di Waena

Satuan Reserse Narkoba Polresta Jayapura Kota berhasil mengamankan seorang warga negara asing asal Papua Nugini…

3 hours ago

Mahasiswa Jangan Terprovokasi Konflik di Wamena

Dalam konferensi pers yang digelar pada, Sabtu (16/5) di Wamena, para mahasiswa menilai konflik tersebut…

3 hours ago

Wali Kota Kembali Ingatkan Sekolah Terapkan Efisiensi Jelang Kelulusan dan Kenaikan Kelas

Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, kembali mengingatkan seluruh satuan pendidikan di wilayahnya untuk menerapkan prinsip…

4 hours ago

Gubernur Percepat Pembukaan Akses Wilayah Terpencil di Papua

Gubernur Papua Mathius Derek Fakhiri menegaskan komitmennya mempercepat pembukaan akses wilayah terpencil di Papua, khususnya…

4 hours ago

Jual Ganja Untuk Penuhi Kebutuhan Hidup

LL ditangkap karena diduga memiliki narkotika jenis ganja. Penangkapan tersebut bermula dari laporan masyarakat terkait…

5 hours ago