

SENTANI-Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura telah memastikan 10 lokasi yang akan dijadikan sebagai tempat relokasi bagi warga di Kabupaten Jayapura yang terdampak oleh banjir bandang yang terjadi pada Maret lalu sudah dinyatakan siap. Hal itu disampaikan oleh utusan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana Pusat
“Kedatangan kami disini untuk menilai dan melihat persiapan persiapan dalam rangka kita memulai pemulihan,” kata Dodi ruswandi, Plt Deputi Penanganan Darurat BNPB kepada wartawan di Sentani, Senin (21/10)
Dikatakan, sehubungan dengan kegiatan pemulihan pasca bencana di Kabupaten Jayapura itu, ada yang ditangani dengan relokasi dan ada pula hanya dilakukan penangan ditempat semula. Diakuinya, berkaitan dengan relokasi ini membutuhkan lokasi atau lahan baru. Sejauh ini upaya relokasi ini kerap mendapat hambatan terkait dengan kepemilikan lahan. Namun dari hasil pertemuan antara BNPB dengan pemerintah daerah Kabupaten Jayapura, terkait masalah itu tidak ada lagi ada hambatan. Setidaknya ada 10 lokasi yang akan dijadikan sebagai tempat relokasi bagi warga korban bencana di Kabupaten Jayapura itu.
“Setelah kita verifikasi sama pak Nupati, 10 lahan relokasi ini dalam rangka pemulihan itu sudah siap semua,” katanya.
Hanya saja lanjut dia, yang masih dibahas adalah bagaimana dengan pembiayaan lahan yang akan dijadikan sebagai lahan relokasi bagi warga korban bencana tersebut. “Tadi sudah dipastikan untuk biaya landclearingnya dari BNPB, sehingga sudah bisa dimulai,” jelasnya.
Oleh karena itu pihak BNPB berharap minggu depan landclearing di sepuluh lokasi itu sudah bisa dimulai. Apabila landclearing sudah selesai maka pihaknya akan melanjutkan dengan kegiatan pemulihan.(roy/gin)
10 Lahan Relokasi Untuk Korban Bencana
1. Kampung Sosiri (Distrik Waibu) tempat Waibu seluas 2 Ha (20.000 m2)
2.Kampung Sosiri (Distrik Waibu) tempat Torokh seluas 2 Ha (20.000 m2) untuk 100 KK.
3. Kampung Yakonde (Distrik Waibu), seluas 20.000 m2 untuk 121 KK.
4. Kampung Ayapo (Distrik Sentani Timur), seluas 100.000 m2 untuk 200 KK
5. Kampung Babrongko (Distrik Ebungfau), seluas 40.000 m2 untuk 120 KK.
6. Kampung Hompolo/Simporo (Distrik Ebungfau) seluas 50.000 m2 untuk 122 KK.
7. Kameyakha (Distrik Ebungfau), seluas 50.000 m2 untuk 200 KK.
8. Kampung Abar (Distrik Ebungfau), seluas 100.000 m2 untuk 50 KK.
9. Kampung Putali (Distrik Ebungfau), seluas 100.000 m2 untuk 258 KK.
10. Kemiri, Kelurahan Hinekombe, seluas 70.000 m2 (7 Ha) untuk 224 KK.
Selain program mudik gratis, Mathius mengatakan Pemprov Papua juga menyiapkan subsidi transportasi laut sebagai…
Komisi 1 DPR Papua menilai langkah sejumlah denominasi gereja di Tanah Papua yang membentuk wadah…
Menurutnya, pasar dengan sekitar 200 kios tersebut memiliki potensi ekonomi besar. Ia mendapat informasi…
Presiden Prabowo Subianto memastikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dapat mengusut hingga melakukan penindakan terhadap menteri…
Menurutnya, dengan lahirnya undang-undang nomor 15 Tahun 2022 terkait dengan DOB semestinya Gubernur pimpin barisan…
Suasana duka yang lagi menyelimuti Universitas Cenderawasih haruslah tercermin dari sikap dan perbuatan. Apalagi yang…