Categories: SENTANI

Tahun ini, PAD Defisit Rp 43 Miliar

Teophilus Tegai ( FOTO: Robert Mboik Cepos)

SENTANI-Penyebaran pandemi Covid- 19 yang masih terus  terjadi hingga saat ini telah memberikan dampak di sejumlah sektor, termasuk sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD)  Kabupaten Jayapura.

Pada tahun ini PAD Kabupaten Jayapura mengalami defisit sebesar Rp 43 miliar.

Kepala Badan Pendapatan Daerah(Bapenda)  Kabupaten Jayapura, Teophilus Tegai menjelaskan, ada berbagai faktor yang mempengaruhi terjadinya defisit PAD Kabupaten Jayapura pada tahun ini di tengah masa pandemi Covid-19 ini. Salah satunya akibat penyebaran Covid-19 itu telah membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura, mengambil kebijakan melalui SK Bupati untuk menghentikan pembayaran pajak restoran, hotel, rumah makan dan tempat hiburan selama 4 bulan.

“Ada SK Bupati yang berlaku selama 4 bulan untuk pengurangan pembayaran pajak restoran, rumah makan, hotel dan tempat hiburan berlaku sejak April Mei Juni dan Juli, akibatnya terjadi pengurangan sebesar Rp 43 miliar. 

Dikatakan, berkurangnya pendapatan asli daerah pada tahun ini, pihaknya sudah diperintahkan oleh Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE,M.Si  untuk lebih maksimal lagi dalam pengelolaan PAD sehingga tidak terjadi defisit tahun depan.

“Bapak bupati sudah sampaikan bahwa pengelolaan PAD  belum maksimal. Akhir tahun ini akan saya manfaatkan untuk melakukan pembenahan,”katanya.

Dia mengatakan, turunnya PAD Kabupaten Jayapura itu telah memberikan dampak terhadap belanja daerah. “Makanya di APBD Perubahan kemarin, ada defisit lagi. tahun depan kita akan maksimlkan potensi  PAD, namun   tidak memberatkan masyarakat, ada aturan mainnya yang harus kita ikuti,”tandasnya.

Perlu diketahui juga pada tahun ini  target awal PAD Kabupaten Jayapura sebesar Rp 176 miliar, namun yang tercapai hanya Rp 132 miliar. 

Sehubungan dengan peningkatan PAD ke depan, kata Teophilus,  pembenahan-pembenahan yang akan dilakukan seperti database wajib pajak dan retribusi. Kemudian peningkatan kualitas SDM. 

“Kemudian kalau ada staf yang tidak bisa dibina, ya dirolling, dimutasi. Termasuk nanti ada pergeseran yang akan dilakukan ke Distrik Nimboran dan Distrik Sentani dalam rangka  mendukung kebijakan bupati 6 distrik sebagai pilot project, distrik membangun, membangun distrik,” tandasnya.(roy/tho)

newsportal

Recent Posts

OPD Diingatkan Jangan Kerja Ketika Injury Time

Ia menargetkan seluruh kegiatan dan program dapat terealisasi hampir seluruhnya sebelum memasuki akhir tahun. Bahkan,…

18 hours ago

Selecao Wajib Waspadai Singa Atlas

Timnas Brasil akan menghadapi Timnas Maroko pada laga perdana Grup C Piala Dunia 2026 di…

18 hours ago

Gunakan Sebo Buff, Delapan Anggota OPM Cium Merah Putih

Delapan orang yang disebut sebagai anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap…

19 hours ago

Disosialisasikan, Rencana Pembangunan Bandar Antariksa Mendapat Dukungan

Selain itu, juga disepakati hasil sosialisasi ini akan ditindaklanjuti dalam penantanganan nota kesepahaman antara masyarakat…

19 hours ago

Pendistribusian BBM Diawasi Polisi

Publik juga khawatir dari kenaikan ini justru ada upaya mencari keuntungan sepihak termasuk menerapkan cara-cara…

20 hours ago

Belum Ada Razia Lagi, Kendaraan Modifikasi Tangki Kembali Ikut Antrian Pengisian BBM

Pengelola APMS Lasminingsih dan Anwarudin Wamena, Suyono mengaku sebenarnya kalau dikatakan pembiaran itu tidak, sebab…

20 hours ago