Categories: SENTANI

Program PSN Fokus Pengembangan 20 Ribu Hektar Padi Sawah

SENTANI – Wakil Gubernur Papua, Ayoko Rumaropen, mengatakan Program Strategis Nasional (PSN) di Provinsi Papua difokuskan pada pengembangan penanaman padi sawah sebagai upaya mendorong swasembada pangan.

“Untuk Papua, kita fokus pada penanaman padi sawah. Rencananya Papua mendapatkan alokasi 20.ribu hektar dari total program nasional 100 ribu hektar,” ujar Ayoko kepada Cenderawasih Pos, Sabtu (10/1).

Ia menjelaskan, pelaksanaan program PSN tersebut telah mulai berjalan di beberapa wilayah daratan Papua. Di antaranya Kabupaten Jayapura, Kabupaten Sarmi, dan Kabupaten Keerom.

“Untuk Kabupaten Jayapura, lokasinya berada di wilayah Swentab. Sementara di Kabupaten Sarmi berada di perbatasan Sarmi dan Jayapura, tepatnya Distrik Bonggo. Sedangkan di Kabupaten Keerom dilakukan di wilayah Arso,” jelasnya.

Adapun untuk Kota Jayapura, pengembangan padi sawah direncanakan tersebar di kawasan Koya. Ke depan, pada tahun 2026, Pemerintah Provinsi Papua juga akan memperluas program ini ke wilayah kepulauan, seperti Kabupaten Kepulauan Yapen dan Kabupaten Waropen.

Ayoko menambahkan, program ini mulai berjalan sejak akhir tahun 2025 dan akan dilaksanakan secara bertahap sepanjang tahun 2026. Pemerintah menargetkan luasan lahan dapat terpenuhi secara bertahap hingga tahun 2027, seiring dengan peningkatan produksi panen dan upaya menuju swasembada pangan.

“Kita berharap mulai akhir 2025 hingga 2026 program ini berjalan utuh. Mudah-mudahan pada 2027 luasan lahan bisa terpenuhi dan target panen serta swasembada pangan bisa tercapai,” katanya.

Terkait pembukaan lahan, Ayoko menegaskan bahwa dukungan masyarakat menjadi faktor penting. Oleh karena itu, komunikasi dengan pemerintah daerah setempat terus dilakukan, mengingat karakteristik sosial dan budaya masyarakat Papua yang beragam.

“Dukungan masyarakat tentu harus dikomunikasikan dengan pemerintah setempat, karena merekalah yang memahami kondisi masyarakat. Ada wilayah transmigrasi, ada akulturasi budaya, dan ada kampung lokal yang sebagian sudah bisa bersawah, sementara lainnya masih mengandalkan lahan kering,” jelasnya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Tak Cukup Sekedar Sampaikan Informasi, Harus Pahami Prinsip Jurnalistik

   Kepala Dinas Kominfo Papua, Jeri Agus Yudianto  menilai, perubahan pola konsumsi informasi masyarakat membuat…

14 minutes ago

Kebakaran Melanda Yayasan Pondok Hidayatullah Boven Digoel, 32 Santri Dievakuasi

Kapolres Boven Digoel Kompol Dian Novita Pitherzs melalui Kasi Humas Aipda Ikhsan mengatakan, berdasarkan keterangan…

1 hour ago

Pasca Penembakan Nakes Trauma, Layanan Kesehatan di Jila Jadi PR Dinkes Mimika

Penarikan tenaga medis tersebut dipicu insiden kontak tembak antara aparat keamanan dan kelompok bersenjata pada…

2 hours ago

BMKG Waspadai Sebaran Asap Lintas Batas dari Papua Nugini

Kepala BMKG Merauke, Wahyu Hidayat mengungkapkan berdasarkan pemantauan citra satelit Himawari-9 pada Kamis (10/9) pukul…

3 hours ago

Warga Diminta Tidak Terprovokasi Soal Isu Suku

Guna mencegah eskalasi konflik di tingkat tapak, Alredo menegaskan bahwa aksi penyanderaan dan pembunuhan tersebut…

4 hours ago

PN Wamena Keluarkan Jadwal Sidang Mediasi Gugatan Terhadap Pemkab Jayawijaya

Kuasa Hukum PT Putra Baliem Mandiri  Chairul Fahru Siregar, mengakui telah mengajukan gugatan di pemda…

5 hours ago