

Tumpukan sampah yang berada di pinggiran jalur protokol Sentani nampak tidak sedang dipandang saat difoto, Senin (23/12). Kondisi ini diperparah pasca jalan menuju TPA dipalang warga. (Istimewa)
SENTANI – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jayapura menggelar konsultasi publik Studi Timbulan Sampah di Aula Lantai 2, Kantor Bupati Jayapura, Kamis (11/9), bekerja sama dengan WWF Indonesia. Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, dunia usaha, komunitas, hingga masyarakat adat.
Wakil Bupati Jayapura, Haris Richard S. Yocku, membuka kegiatan ini dengan menyampaikan pentingnya pengelolaan sampah, khususnya sisa makanan, yang mendominasi komposisi sampah perkotaan sebesar 60,48% berdasarkan studi WWF Indonesia bersama mitra.
Ia menekankan bahwa pengelolaan sampah yang baik tidak hanya mengurangi emisi gas rumah kaca, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan.
“Pengelolaan sampah harus melibatkan semua pihak—pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat adat. Pendekatan berbasis lokal, seperti larangan membuang sampah di Danau Sentani serta penguatan sistem 3R, perlu terus didorong,” ujar Wakil Bupati.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada WWF Indonesia, akademisi, dan masyarakat yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan studi ini.
Page: 1 2
Peninjauan ini dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru,…
Jika memiliki pertanyaan mengenai kondisi selaput dara atau ingin mengetahui pilihan tindakan seperti hymenoplasty di…
Bhima menjelaskan, skor negatif mencerminkan penilaian yang cenderung buruk terhadap kinerja pejabat terkait. Hasil tersebut,…
Mantan Menko Polhukam Mahfud MD dan mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum sama-sama menilai…
Kasus tersebut menjadi sorotan publik setelah video pengungkapan lokasi yang diduga digunakan sebagai pusat operasional…
Cabai mengandung capsaicin, senyawa yang memberikan sensasi panas dan pedas. Pada sebagian orang, kandungan tersebut…