Categories: SENTANI

Wabup Jayapura Minta Petugas Sensus Ekonomi Jaga Integritas dan Akurasi Data

Haris juga menegaskan pentingnya akurasi data yang dikumpulkan selama sensus berlangsung. Menurutnya, data yang valid akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan pembangunan dan pengembangan ekonomi daerah.

“Jangan main-main dengan data. Data sensus ekonomi ini akan kami gunakan untuk pembangunan ke depan. Jika data tidak benar dan tidak akurat, justru akan menghambat pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Jayapura,” tegasnya.

Ia berharap melalui Sensus Ekonomi 2026, pemerintah dapat memperoleh data yang lengkap dan akurat mengenai kondisi perekonomian masyarakat, sehingga potensi ekonomi daerah dapat dipetakan dan dikembangkan secara optimal. Selain itu, Haris mengajak seluruh pihak, termasuk TNI dan Polri, untuk mendukung kelancaran pelaksanaan sensus ekonomi dengan membantu menjaga keamanan para petugas selama bertugas di kampung-kampung dan kelurahan.

“Melalui sensus ini kita bisa mendapatkan data yang paling benar sehingga kita tahu potensi ekonomi apa yang bisa dikembangkan di Kabupaten Jayapura. Saya juga meminta dukungan TNI dan Polri untuk membantu menjaga para petugas agar dapat bekerja dengan baik sampai tugas ini selesai,” ujarnya.

Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan sensus, Pemerintah Kabupaten Jayapura juga akan menerbitkan surat edaran yang ditujukan kepada pemerintah distrik dan kepala kampung. “Kami akan segera mengirimkan surat edaran ke distrik dan kepala kampung agar pelaksanaan sensus ekonomi ini dapat berjalan dengan baik dan masyarakat telah mengetahui lebih awal mengenai kegiatan pendataan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jayapura, Geressida Sihombing, menjelaskan bahwa pelaksanaan pendataan Sensus Ekonomi 2026 akan berlangsung mulai 14 Juni hingga 31 Agustus 2026.

Menurutnya, pendataan dilakukan terhadap berbagai jenis usaha, mulai dari usaha menengah dan besar hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dengan metode pendataan langsung dari rumah ke rumah (door to door).

“Petugas yang kami siapkan sebanyak sekitar 140 orang pencacah lapangan (PCL), 25 orang pengawas lapangan (PML), serta koordinator yang bertugas menangani berbagai persoalan yang ditemukan selama pelaksanaan sensus,” jelas Geressida.

Ia mengatakan seluruh proses pendataan menggunakan perangkat berbasis Android yang telah dilengkapi sistem geotagging untuk memastikan lokasi pendataan tercatat secara akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Setiap rumah yang didata akan memiliki titik koordinat sehingga seluruh proses pendataan dapat dipantau dan diverifikasi. Data yang diperoleh nantinya akan menjadi gambaran riil kondisi perekonomian masyarakat,” katanya.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Faktor Ekonomi dan Judi Online Membuat Banyak Pernikahan Pasangan Muda KandasFaktor Ekonomi dan Judi Online Membuat Banyak Pernikahan Pasangan Muda Kandas

Faktor Ekonomi dan Judi Online Membuat Banyak Pernikahan Pasangan Muda Kandas

Di balik lembaran berkas perkara yang menumpuk, ada kisah-kisah pilu tentang biduk rumah tangga yang…

16 hours ago

Polisi Selidiki Pembacokan Sekuriti oleh OTK

Kepolisian Resor (Polres) Mimika tengah menyelidiki kasus penganiayaan berat yang menimpa seorang petugas keamanan swasta…

17 hours ago

Mayoritas Pelaku 3C Masih di Bawah Umur

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua selaku Kepala Operasi (Kaops) Sikat Cartenz 2026, Kombes Pol…

17 hours ago

Fasilitas Terbatas Hambat Pelayanan Puskesmas Tapormai

elayanan kesehatan di daerah pedalaman Mimika masih menghadapi tantangan berat akibat keterbatasan fasilitas dan kebijakan…

18 hours ago

Kementan Dukung Pengembangan Lahan Pangan di Kota Jayapura

Pertemuan tersebut membahas rencana pembukaan dan pengembangan lahan pangan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan…

18 hours ago

Daya Tampung SMAN 1 Sentani Terbatas!

Kepala SMA Negeri 1 Sentani, Kelasina Yanggroseray, meminta para orang tua siswa memahami keterbatasan daya…

19 hours ago