Categories: SENTANI

Rapid Test bagi Pedagang Kelililing Harus Terjadwal

Para penjual sayur keliling saat dilakukan pemeriksaan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Jayapura. Rapid Test bagi pedagang kelililing harus terjadwal. (FOTO: Robert Cepos)

SENTANI- Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jayapura, Alfons Awoitauw  mengatakan, untuk benar memastikan para pedagang keliling yang beroperasi lintas kabupaten mulai dari pedagang sayur, ikan maupun pedagang lainnya harus dilakukan Rapid Test secara terjadwal.

“Rapid Test tidak bisa satu kali saja,  harus dilakukan secara terjadwal,” kata Alfons Awoitauw kepada media ini, Sabtu (9/5).

Dia mengatakan, selama ini Rapid Test yang dilakukan terhadap para pedagang keliling lintas Kabupaten atau daerah itu baru dilaksanakan sekali dan itu hanya berlaku selama 14 hari saja.  Selanjutnya setiap tim gugus tugas dari masing-masing wilayah baik Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura maupun Kabupaten Keerom harus menjadwalkan secara rutin kegiatan Rapid Test terhadap para pedagang keliling itu.

“Sehingga kita betul-betul memastikan kondisi atau status kesehatan dari setiap pedagang keliling ini,” tandasnya.

Dia pun mengutarakan, alasannya mengapa perlu dilakukan Rapid Test secara rutin terhadap seluruh pedagang keliling, Hal ini karena aktivitas dan mobilitas mereka yang melampaui kabupaten atau kota dan juga mendatangi setiap lokasi tertentu yang ada di masing-masing daerah.

“Para pedagang ini kan aktivitas dan mobilitasnya tinggi, selain mengunjungi lintas daerah, mereka juga dipastikan menyusuri setiap jalan lingkungan dan di situ mereka saling bertemu dengan masyarakat. Kita tidak tahu sejauh mana dia pergi dan bagaimana aktivitasnya di lapangan,”tambahnya.

Sebelumnya, pihaknya sudah mewajibkan setiap pedagang keliling yang beraktivitas di wilayah Kabupaten Jayapura wajib memiliki kartu identitas khusus yang menjelaskan bahwa yang bersangkutan sudah mengikuti Rapid Test. Kendati demikian kata dia, Rapid Test yang sudah dilakukan itu tidak bisa menjamin bahwa yang bersangkutan tidak terpapar.

“Kita harus waspada dan terus melakukan kegiatan Rapid Test ini secara rutin setiap 14 hari sekali,” pungkasnya. (roy/tho)

newsportal

Recent Posts

Pemprov Papua Siapkan Mudik Gratis Nataru

   Selain program mudik gratis, Mathius mengatakan Pemprov Papua juga menyiapkan subsidi transportasi laut sebagai…

20 hours ago

Presiden Harus Bersikap Setelah Gereja Beri Sinyal

Komisi 1 DPR Papua menilai langkah sejumlah denominasi gereja di Tanah Papua yang membentuk wadah…

21 hours ago

Bangunan Pasar di Perbatasan RI-PNG Mulai Rusak, PAD Tak Maksimal

   Menurutnya, pasar dengan sekitar 200 kios tersebut memiliki potensi ekonomi besar. Ia mendapat informasi…

21 hours ago

Prabowo Persilakan KPK Periksa Menterinya

Presiden Prabowo Subianto memastikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dapat mengusut hingga melakukan penindakan terhadap menteri…

22 hours ago

Selesaikan Konflik, Pimpinan Daerah Diminta Rangkul Semua Pihak

Menurutnya, dengan lahirnya undang-undang nomor 15 Tahun 2022 terkait dengan DOB semestinya Gubernur pimpin barisan…

22 hours ago

Uncen Berduka, Jangan Ada Palang Memalang

Suasana duka yang lagi menyelimuti Universitas Cenderawasih haruslah tercermin dari sikap dan perbuatan. Apalagi yang…

23 hours ago