

Pelaku S (20) saat ditangkap anggota Polres Jayapura, Rabu (5/7) malam. Penangkapan ini berdasarkan laporan dari keluarga korban bahwa anaknya telah dilecehkan oleh pelaku di kos – kosannya. (FOTO:Humas Polres Jayapura for Cepos)
SENTANI– Pemeriksaan terhadap pelaku pelecehan anak di bawah umur dilakukan Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Satuan Reserse Kriminal Polres Jayapura, Sabtu (8/7) siang.
Entah apa yang ada dibenak pelaku berinisial S (20), ia merupakan pelaku pelecehan anak di bawah umur yang terjadi di kompleks Agus Karici Sentani dengan korban seorang anak perempuan sebut saja bunga yang masih berusia 7 tahun.
Kapolres Jayapura AKBP Fredrickus W.A Maclarimboen, S.IK., MH melalui Kasat Reskrim AKP Sugarda A.B Trenggono, S.TK., MH saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan pelaku pelecehan anak di bawah umur tersebut.
“Pelaku S (20) kami tangkap pada Rabu (5/7) malam, penangkapan ini berdasarkan laporan dari keluarga korban bahwa anaknya telah dilecehkan oleh pelaku di kos – kosannya, saat ditangkap pelaku sedang beristirahat,”ungkap Kasat Reskrim.
Lebih lanjut mantan Kasat Reskrim Polres Mimika ini mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan awal kejadian pelecehan terjadi pada Minggu (2/7) sore.
“Antara korban dan pelaku merupakan tetangga kos, dimana saat itu pelaku sedang mencuci dan selesai mandi. Usai mandi pelaku yang hanya mengenakan handuk lalu melihat korban dan memanggilnya dengan berkata “Adek sini dulu lihat punya om” di saat korban mendatangi pelaku kemudian pelaku membuka handuk dan memegang kepala korban kemudian mengarahkannya ke kemaluan pelaku, tidak hanya itu pelaku juga sempat mengarahkan kemaluannya ke kemaluan korban sebanyak 2 kali,”ungkapnya.
“Pelaku telah resmi kami tahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku sendiri terancam dengan Pasal 76E Jo Pasal 82 Ayat (1) UU RI No 35 tahun 2014 ttg perubahan atas UU RI No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun paling lama 15 tahun penjara,” tutup Kasat Reskrim.(dil/ary)
Dikatakan, untuk LPG 12 kg dijual dengan harga Rp 410.000. Sementara untuk LPG ukuran 5,5…
Media sosial Rabu (10/6) siang kemarin dihebohkan dengan beredarnya sebuah video yang memperlihatkan dugaan menu…
Pejabat Sementara Kasubdit Patroli Polairud Polda Papua, AKP Wilston Latuasan, menegaskan bahwa menjaga kelestarian ekosistem…
Pertamina Patra Niaga mengungkap alasan di balik kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis…
"KTT ASEAN dengan Rusia? Ya di Kazan ya, tanggal 17," kata Havas di Kompleks Istana…
Berdasar laporan yang diterima oleh Komjen Ramdani, lebih dari 90 persen kejahatan jalanan, insiden, dan…