

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Jayapura, Haryanto. (foto:Yohana/Cenderawasih Pos)
SENTANI – Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Jayapura, Haryanto mengatakan, Dinas Koperasi dan UMKM akui realisasi PAD dari target Rp 20 juta juta tidak tidak tercapai ditahun 2024.
Diakuinya, salah satu faktor yang mempengaruhi pencapaian PAD tersebut adalah dikarenakanaaaaaaapindahnya kantor Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Jayapura, sehingga kesulitan dalam menjangkau konsumen, untuk memasarkan produk.
“Kami memiliki galeri yang menampung berbagai hasil kerajinan masyarakat dari kampung-kampung, dimana setiap kerajinan masyarakat kita beli dan dijual melalui galeri, namun karena kantor kami pindah, jadinya galeri ini tidak beroperasi dengan baik, ” jelasnya kepada Cenderawasih Pos, Rabu (8/1) kemarin.
Diakuinya, untuk tahun 2025 pihaknya akan mengoptimalkan pemberdayaan masyarakat baik itu perorangan maupun kelompok untuk meningkatkan produk-produk UMKM unggulan yang dapat menambah nilai ekonomi.
“Kami sudah punya produk berupa kerajinan tangan baik noken, lukisan kulit kayu dan juga berbagai olahan sagu, namun masyarakat kami masih terkendala di perizinan dan lebel halal, ini akan kita upayakan agar produk-produk ini bisa masuk di toko-toko ritel modern, ” terangnya. (ana)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Untuk mendukung peningkatan pelayanan kesehatan di RSUD Wamena, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya meresmikan 3 ruangan yang…
Kepala Dinas Kesehatan Lanny Jaya, Niel Yigibalom, SKM., M.Si., menyampaikan kondisi tersebut dalam rapat bersama…
Wakil Gubernur Papua Pegununugan Dr. Ones Pahabol, SE, MM menyatakan tak bisa dipungkiri lagi jika…
Momen ini menjadi tonggak penting bagi kebangkitan Pramuka di Kabupaten Keerom setelah sempat vakum selama…
Penertiban dilakukan setelah polisi menerima informasi dari masyarakat terkait aktivitas penjualan Boplas yang dinilai meresahkan.…
Aktivitas kantor di Sekretariat DPR Papua, Jumat (25/9) mendadak tegang. Ini lantaran sejumlah penyidik kejaksaan…