Ia berharap hasil konferensi dapat diterjemahkan menjadi langkah nyata dan menjadi salah satu rujukan pemerintah dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang berkaitan dengan hak ulayat.
Sementara itu, Ketua Panitia Yulianus Dwaa mengatakan konferensi tersebut melibatkan setiap Ondo dari kampung dan wilayah yang berada di Mamta-Tabi.
Ia menjelaskan, pembahasan konferensi difokuskan pada persoalan hak-hak dasar masyarakat adat, termasuk mengidentifikasi berbagai hal yang telah hilang, memperbaiki kerusakan serta menjaga kekayaan alam yang masih tersisa.
“Dalam konferensi ini kami bicara tentang berapa yang sudah hilang, bagaimana cara mengembalikan yang hilang, bagaimana memperbaiki yang sudah rusak dan yang tersisa harus kita jaga,” kata Yulianus. (ana/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua, meminta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan setempat untuk memperkuat pengawasan…
Ia mengatakan para pegawai yang memasuki masa purna tugas tersebut telah memberikan kontribusi bagi…
Jika memiliki pertanyaan mengenai kondisi selaput dara atau ingin mengetahui pilihan tindakan seperti hymenoplasty di…
Bhima menjelaskan, skor negatif mencerminkan penilaian yang cenderung buruk terhadap kinerja pejabat terkait. Hasil tersebut,…
Mantan Menko Polhukam Mahfud MD dan mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum sama-sama menilai…
Kasus tersebut menjadi sorotan publik setelah video pengungkapan lokasi yang diduga digunakan sebagai pusat operasional…