Motor-motor hasil curian ini kerap dikumpulkan terlebih dahulu oleh para pelaku, lalu dibawa keluar dari wilayah Jayapura, terutama ke arah pegunungan atau perbatasan untuk dijual atau ditukar dengan narkoba. Ditambahkan, untuk meminimalisir kejadian pencurian dan membantu petugas kepolisian mengungkapkan pelaku pencurian.
Salah satu tantangan besar dalam pengungkapan kasus ini adalah minimnya saksi dan tidak tersedianya rekaman CCTV di lokasi kejadian. Banyak warga yang menyaksikan kejadian pun enggan menjadi saksi resmi.
“Rekaman CCTV sangat penting dalam penyelidikan. Sayangnya, sebagian besar lokasi tempat kejadian tidak memiliki kamera pengawas. Kami imbau warga agar memarkir kendaraan di tempat yang mudah diawasi atau terjangkau CCTV,” katanya.(dil/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Ketua Komisi IV DPR Papua, Joni Y. Betaubun mengatakan, Raperda tersebut merupakan hak inisiatif DPR…
Kejuaran Daerah Bupati Keerom Cup Series II Motocross dan Grasstrack Tahun 2026 memberikan banyak cerita.…
Menurut Rahmat, esensi perjuangan tahun 1908 sangat relevan dengan kondisi penegakan hukum modern saat ini.…
Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P. Helan, melalui Kasat Reskrim AKP Axel Panggabean, mengatakan korban diketahui…
Salah seorang warga Kota Jayapura, Silas menyayangkan perlakuan kurang menyenangkan saat berada di kawasan Bandara…
Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, menyatakan aksi pembakaran dilakukan saat operasi kelompok tersebut berlangsung di…