Categories: PEGUNUNGAN

Provinsi Papua Pegunungan Dapat Porsi Dana Otsus Paling Kecil

WAMENA – Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan mengakui jika mendapat posrsi dana otsus paling sedikit dari provinsi lain yang ada di seluruh tanah Papua. Hal ini disebabkan karena tak memiliki data OAP yang valid sehingga berimbas kepada Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Otsus.

Gubernur Papua Pegunungan, Dr. (HC). Jhon Tabo, SE.,M.B.A menekankan pentingnya akurasi data Orang Asli Papua (OAP) di delapan kabupaten, kegagalan dalam menyajikan data yang valid berimbas langsung pada kecilnya alokasi dana fiskal, dana alokasi umum (DAU), dan dana Otsus dari pemerintah pusat.

“Kemarin itu saat pertemuan memang dirasa ada ketidakadilan sebab kita mendapatkan kuota fiskal untuk otsus itu terkecil, namun kesalahannya kembali ke pada kita, namun kalau dilihat orang asli papua yang ada di wilayah ini 1,4 juta lebih, namun karena data laporan kita ke pusat berada di bawah angka riil. maka memang kita dapat porsinya yang kecil ” tegas Gubernur Tabo Musrenbang hari kedua di Hotel Baliem Pilamo Selasa (28/4).

Gubernur memberikan instruksi keras kepada para Bupati dalam waktu 4 bulan untuk menyelesaikan sinkronisasi data OAP terhitung mulai Mei hingga Agustus 2026 harus selesai data OAP, data itu harus ditulis agar bisa berdampak untuk fiskal Papua Pegunungan agar DAU bisa naik, dana Otsus juga meningkat.

“Saya instruksikan, tanggal 8 Agustus data harus clear. Sebelum pidato kenegaraan Presiden, data kita harus sudah sinkron. Kita harus kerja keras jika ingin ada perubahan anggaran yang lebih adil bagi pembiayaan pembangunan kita,” tambahnya.

Mantan Bupati Mamberamo Raya juga mengaku jika dalam pertemuan itu Provinsi Papua paling tinggi padahal itu terbalik kalau dilihat soal jumlah OAP, namun kalau berbicara di pemerintah pusat itu berbicara soal data, sehingga diharapkan kepada para bupati untuk serius dalam mendata orang asli Papua di wilayahknya masing -masing.

“Tolong Sekda, Baperinda, Dukcapil Provinsi Papua Pegunungan bersama Dukcapil Kabupaten serta BPS Jayawijaya agar bisa melakukan sinkronisasi data OAP dengan baik dalam waktu 4 bulan ini, agar data OAP ini harus di data dengan baik,”jelasnya

Di tempat yang sama Kepala Bapperida Provinsi Papua Pegunungan, Marthen Kogoya, SH.,M.AP Mengatakan Musrenbang RKPD dan Otsus TA 2027 tujuannya untuk sinronisasi dan harmonisasi semua program kegiatan mulai dari Kabupaten yang telah melakukan Musrenbang dari tingkat Kampung, Distrik dan Kabupaten, setelah semua kabupaten melakukan itu hasilnya dibawah tingkat Provinsi.

“Dalam momen ini kita sudah membagi 4 desk dalam program ini ada beberapa thema yang akan dibahas baik dari provinsi dan kabupaten untuk mensinronkan hasil dari kabupaten dan provinsi untuk nantinya dikirim ke tingkat pusat,”katanya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Kendalikan Inflasi, Gubernur Instruksikan Enam Langkah

Enam langkah itu meliputi pelaksanaan operasi pasar murah secara berkala untuk menjaga keterjangkauan harga, inspeksi…

8 hours ago

Wali Kota Terima Aspirasi 314 K2 Asli Port Numbay

Pertemuan berlangsung penuh harapan dan suasana emosional, karena para tenaga K2 asli Port Numbay merasa…

9 hours ago

Komnas HAM Tolak Draft RUU HAM

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan penolakan tegas terhadap draft Rancangan Undang-Undang Hak…

10 hours ago

Warga Tak Perlu Lagi Bolak-Balik ke Pengadilan Untuk Sidang Adminitrasi Kependudukan

Terobosan baru yang dihadirkan Pemerintah Kota Jayapura melalui Disdukcapil bekerja sama dengan Pengadilan Negeri (PN)…

11 hours ago

Bentuk Staf Khusus Adat, Wali Kota Libatkan Para Ondoafi

Menurut Abisai Rollo, keberadaan para Ondoafi memiliki posisi yang sangat penting karena mereka merupakan pemilik…

12 hours ago

OAP Harus Jadi Pusat Utama Pembangunan

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya dilihat dari besarnya proyek nasional maupun investasi yang masuk,…

13 hours ago