Categories: PEGUNUNGAN

Tak Kunjung Selesai, Perbaikan Jalan Mulai Dikeluhkan

Kondisi jalan dalam Kota Wamena yang hingga saat ini belum diselesaikan pengerjaannya. ( FOTO : Denny/ Cepos )

WAMENA-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jayawijaya mulai menerima  keluhan  masyarakat  terkait pekerjaan rehabilitasi jalan dalam Kota Wamena oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah IV Jayawijaya yang belum juga diselesaikan. Sebab, aktifitas masyarakat  menjadi terhambat, bahkan juga menjadi rawan kecelakaan.

   Ketua DPRD Jayawijaya Taufik Petrus Latuihamallo mengungkapkan bahwa warga mengeluh perbaikan jalan yang terkesan dibiarkan berlama-lama penyelesaiaannya. “Sebenarnya kalau dilihat pekerjaan itu sangat baik, karena ingin meningkatkan fasilitas pelayanan publik dalam hal ini jalan, tetapi yang menjadi keluhan warga adalah perbaikan atau pembangunan yang dilakukan itu tidak serta merta langsung diselesaikan, namun dibiarkan dahulu.” ungkap Petrus, Senin (9/9) kemarin.

   Taufik Petrus mencontohkan, misalnya jalan dicukur, ditimbun, itu dibiarkan demikian terus sampai beberapa minggu dan itu tidak segera ditutup dengan baik. Hal ini tentunya  menjadi masalah bagi pengendara atau pengguna jalan, bukan tidak sedikit kasus yang terjadi kecelakaan. 

  “Kerikil yang berserakan di jalan itu menyebabkan orang terjatuh, kemudian  jalan ini ditutup, disana juga ditutup, terus bagaimana aktivitas masyarakat bagaimana,”bebernya

   Taufik berharap kontraktor  pembangunan jalan itu mencoba mencari formula yang baik. Contohnya,  aktivitas yang sekarang dikerjakan siang hari itu coba dikerjakan sore hari pada saat orang sepi, masalah ini harus dipikirkan agar masyarakat juga tidak terganggu dengan pekerjaan ini. 

  “Memang resikonya dingin, tetapi itulah pekerjaan. Di tempat lain juga begitu, siang ini digali, besok pagi sudah licin, seharusnya di Wamena juga seperti itu,”jelasnya

  Ketua DPRD juga menyatakan jika dalam rehabilitasi jalan dalam kota ini, DPRD tidak pernah menerima pemberitahuan terkait perbaikan jalan yang dibiayai oleh APBD provinsi maupun APBN. Selama ini DPRD  juga buta dengan informasi pengerjaan jalan ini, menggunakan dana mana, siapa yang mengerjakan, 

  “DPRD juga tidak pernah tahu soal itu, padahal jika dilihat kembali Jayawijaya itu di wilayah kerja kami, sehingga sudah sepantasnya kami juga tahu dengan adanya pekerjaan ini,”tegasnya

  Masalah lain, lanjut  Taufik,  adalah persoalan galian C dimana Jayawijaya dirugikan. Dimana yang menjadi pertanyaan  apakah mereka betul-betul bayar pajak pengambilan galian C. Beberapa kali pertemuan dengan SKPD terkait misalnya BPKAD mereka sampaikan terlalu sedikit sekali penerimaan daerah dari galian C. 

  “Coba dilihat, berapa panjang jalan dan lebar jalan yang dibuat, tetapi hasil galian C yang diterima daerah tidak memadai. Kami justru menanggung akibat resiko pengambilan galian C itu dengan adanya  abrasi dan ini menurut saya mesti kita pikirkan bersama. Jangan nanti masalah baru Pemda Jayawijaya dilibatkan,”katanya. (jo/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Temuan Pemborosan Anggaran Jadi Perhatian DPRP di APBD Perubahan

   Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, mengatakan pembahasan tindak lanjut akan dilakukan oleh masing-masing…

16 hours ago

DPR Kota Jayapura Tetapkan 12 Raperda Dibahas Tahun Ini

  Regulasi ini mencakup empat (4) Raperda kategori APBD dan Delapan (8) Raperda Non-APBD guna…

17 hours ago

Mantan Bendahara Bunda PAUD Papsel Divonis 4 Tahun Penjara

Putusan Majelis Hakim Tipikor Jayapura tersebut  lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya yang…

18 hours ago

Pergaulan Bebas dan Faktor Ekonomi Jadi Penyebab 1000 Lebih Anak Berhenti Sekolah

  Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng…

19 hours ago

Stok Obat Menipis, Pelayanan Puskesmas Mopah Baru Terancam Terganggu

Kepala Puskesmas (Kapus) Mopah Baru Severina SH. Wiratwanti menyampaikan, stok obat, terutama jenis obat yang…

20 hours ago

Kemarau Panjang di Papua Pegunungan, Sejumlah Sumur Bor Milik Warga Mulai Mengering

Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan ini dimulai dari…

21 hours ago