

Kepala Dinas Pertanian Dan Peternakan Kabupaten Jayawijaya Hendri Tetelepta. (Denny/ Cepos)
WAMENA – Terkait dengan ternak wam (Babi) yang mati mendadak di beberapa distrik yang ada di Kabupaten Jayawijaya, kini pemerintah melalui dinas Pertanian dan peternakan mengirim tim media ke wilayah lokus kejadian untuk memastikan jenis penyakit yang menyerang ternak tersebut.
Kepala Dinas Pertanian Dan Peternakan Kabupaten Jayawijaya Hendri Tetelepta mengakui jika pihaknya hari ini sudah mengambil langkah untuk menurunkan tim lokus sasaran tempat dimana ternak wam (babi) mati mendadak guna dipastikan penyakit atau virus apa yang menyerang ternak-ternak milik masyarakat.
“Setelah kita tahu jika ternak Wam di wamena mati mendadak kemarin melalui media , hari ini kita sudah ambil langkah untuk turunkan tim melakukan pengecekan langsung kelapangan untuk mengetahui secara pasti penyebabnya,”ungkapnya Selasa (5/12) saat ditemui di kantor otonom.
Menurutnya, Tim yang diturunkan ini adalah medis dan paramedis khusus hewan untuk melakukan pemeriksaan terhadap ternak wam di kampung -kampung yang telah dilaporkan dengan cara mengambil sampel darah agar bisa dilakukan pemeriksaan lebih mendalam.
“Sampai saat ini kami belum tahu penyebab sebenarnya itu apa, padahan dua minggu lalu kami bersama tim surveilens dari peternakan Provinsi Papua melakukan pengambilan sampel pada ternak hewan yang ada di Jayawijaya,”kata Hendri Tetelepta.
Kata Hendri , Kasus kematian wam ini baru mencuat kemarin kepada publik dari laporan masyarakat sehingga Dinas Pertanian dan peternakan kabupaten Jayawijaya sudah turunkan tim kunyuk melakukan pemeriksaan pada ternak wam milik masyarakat.
“Nanti kalau kita sudah dapat hasil atau kepastian penyebabnya maka nanti akan diambil langkah pengobatan lagi , artinya kita cari tahu dulu penyakitnya apa agar dalam mengobatkan itu tepat,”kata kadis Pertanian Kabupaten Jayawijaya
Ia juga memastikan meskipun pihaknya sudah memiliki gambaran terkait penyakit yang menyerang ternak Wam di Wamena, namun masih perlu dipastikan lagi oleh timnya sehingga nanti hasilnya akan disampaikan kepada masyarakat dan juga cara –cara mengantisipasi agar ternak mereka bisa sehat kembali.
“kita cari tahu dulu agar kita bisa mberikan langkah pencegahan kepada masyarakat agar ternak wam yang masih sehat tidak terjangkit dan bisa di selamatkan,”tutupnya. (jo)
Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari Cenderawasihpos.jawapos.com
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Kapolres Jayawijaya melalui Kabag Ops AKP Edy T Sabhara menjelaskan untuk insiden jembatan yang putus…
Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua, pada 2026 mengalokasikan dana hibah sebesar Rp11 miliar untuk 500…
Franky yang memiliki golongan darah B tersebut mengaku pada awalnya dia melakukan donor ada kekuatiran…
Sanking banyaknya orang menaiki jembatan tersebut akhirnya tali jembatan putus dan 30 an orang tenggelam.…
Pemusnahan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan eksekusi perkara pidana oleh kejaksaan, tidak hanya terhadap terpidana,…
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua mencatat jumlah penduduk di daerah itu mencapai 1,074 juta…