Categories: PEGUNUNGAN

Perjudian dan Penjulan Miras Diminta Segera Ditutup

WAMENA-Forum bersatu generasi lahir baru Provinsi Papua Pegunungan menggelar demo di Kantor Otonom Pemkab Jayawijaya, Rabu, (5/7), kemarin.

Mereka meminta kepada Pemkab Jayawijaya untuk menutup seluruh aktivitas perjudian di Kota Wamena dan penjualan Miras, karena sudah  menjadi penyakit sosial masyarakat yang akut.

Korlap aksi demo, Abraham Hubi menyatakan, aktivitas perjudian seperti togel, rolex, dadu sangat berdampak buruk kepada masyarakat, yang seakan menggantungkan kehidupannya pada aktivitas tersebut sehingga keluarganya yang menjadi korban.

   “ Kami menuntut agar segera tutup togel, rolex, dadu.  Kami juga meminta agar Pemkab Jayawijaya dan Provinsi Papua Pegunungan membuka lapangan pekerjan,”bebernya, Rabu (5/7), kemarin.

Selain itu, mereka juga memohon kepada pemerintah untuk membuka formasi khusus orang Papua dalam pengangkatan calon ASN maupun di bidang ekonomi dan bisnis.

Sementara itu, Wakil Bupati Jayawijaya, Marthin Yogobi, SH, M.Hum menegaskan, untuk Miras,  Pemkab sudah punya Perda sejak masa dari Bupati David Hubi dan sampai sekarang masih berlaku.

“Perda untuk memasukkan, membuat dan menjual Miras itu masih berlaku sampai dengan saat ini, kita juga pernah melakukan operasi besar bersama TNI/Polri pada setiap tempat pembuatan Miras dan itu ranahnya pemerintah daerah,”jelasnya.

Sekarang kembali kepada masyarakat dan penyedia, berarti yang menyadiakan Miras itu yang bukan manusia, tidak salah kalau masyarakat datang melakukan aksi untuk mengingatkan pemerintah bahwa Perda sudah ada, pemerintah sudah larang, seharusnya masyarakat mematuhi aturan yang dikeluarkan Pemkab Jayawijaya tentang  larangan Miras.

   “Masalah Miras  dan perjudian ini juga kembali kepada kita, kalau tidak ada pemain judi, tidak ada peminum, pastinya semua berjalan dengan baik, secara khusus untuk Miras, itu sudah ada larangan, ingat kita pemerintah pernah rendam warga yang menjual Miras,”tegasnya.

Sedangkan kalau berbicara masalah perjudian, ini menjadi ranah dari teman –teman kepolisian, sebab ini terkait dengan kewenangan untuk melakukan penindakan, kalau ada teman –teman yang menyediakan tempat untuk perjudian, kalau bisa itu ditindak dengan tegas agar masyarakat, generasi muda tidak tiap hari datang untuk melakukan aksi demo.

“Banyak kelompok yang sudah menyuarakan masalah ini, kalau orang beragama itu harus sadar, kalau mengganggp pemerintah itu Wakil Allah di duni, maka apa yang menjadi larangan pemerintah itu diikuti atau sadar, tapi ini tidak pernah ada kesadaran,”bebernya.

Ia menambahkan, aspirasi yang disampaikan ini, pihaknya akan menunggu kedatangan Bupati yang masih bertugas di lur kota guna dirapatkan bersama Forkopimda, karena masalah ini bukan yang pertama disampaikan, sehingga untuk perjudian dan Miras ini, masyarakat diminta untuk sama –sama berperan.(jo)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: WAMENA

Recent Posts

Diburu Sejak April, KKB DPO Tewas Ditembus Timah Panas

Terkait ini Satgas Operasi Damai Cartenz (ODC) 2026 bersama Polres Yahukimo membantah tuduhan yang sempat…

1 hour ago

Batu Bara Aman, Bahlil Pastikan Tak Akan Ada Pemadaman Listrik Lagi

Meneri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pasokan batu bara untuk…

6 hours ago

Bejat! Seorang Balita Diperkosa Ayah Kandung hingga Tewas

Aksi bejat yang tidak bisa diterima akal sehat mengguncang Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra). R…

7 hours ago

Keberadaan Jenazah Nahkoda Kapal Belum Diketahui

Keberadaan jenazah Nahkoda KMN Sardi Utama bernama Ahir yang sehari-harinya dipanggil Rizal belum jelas. Nahkoda…

20 hours ago

Susah Tidur, Susah Fokus, dan Selalu Gelisah?

Pikiran melayang ke mana-mana padahal kamu sudah mencoba fokus. Menyalahkan diri sendiri malas, tidak disiplin,…

1 day ago

Di Timika, Bocah Dititip Malah Dicabuli

​​Kasus ini mencuat setelah pihak keluarga membuat laporan yang diwakili oleh Relawan Teras Peduli ke…

1 day ago