

Yory Risal Sekretaris IKM Papua (Kanan), Edi Rante Tasek, Ketua IKT Papua (Kedua dari Kanan) Yori Lumingkewas Ketua KP (Jas Hitam), Yonas Nusi Ketua MPP Forkom (Kemeja Batik Papua) Junaedi Rahim, Sekejen Forkom LKN Papua, (Kemeja Putih), Hj Sarminanto Ketua HKJM Papua, (Peci), Huseni Tobuku Ketua HKMU Papua, (Topi Hitam), dan Haris Siloe Sekretaris Ikemal Papua, (Kanan) Saat Jumpa Pers Dengan Awak Media di Jayapura, Kamis (6/7). (FOTO:Karel/Cepos
JAYAPURA-Forum Komunikasi Lintas Kepulauan Nusantaran (Forkom LKN) Provinsi Papua meminta kepada Presiden Joko Widodo, hadir di Papua tidak hanya mengikuti kegiatan ceromonial, tetapi ada hal penting yang harus dikerjakan salah satunya menyelesaikan perosalan keamanan.
Sebab persoalan keamanan di Papua cukup kompleks sehingga penting untuk diselesaikan. Dan kehadiran negara menjadi jawab utama.
“Kami sangat apresiasi atas kehadiran Presiden ke Papua, untuk yang kesekian kalinya ini, itu menunjukan keseriusan pemerintah pusat membangun tanah Papua. Tapi kami harap ada hal besar yang perlu dipikirkan pleh Presiden,” kata Junaedi selaku Sekejen Forkom LKN Papua, didampingi Yona Nusi dari Forum MPP, Hj Sarminanto HKJM, Yori Lumingkewas Kawanua Papua, Edi Rante Tasek Ketua IKT Papua, Yo Risal Sekretaris Ikatan Keluarga Minang Papua, Huseni Tobuku Ketua Harian Keluarga Maluku Utara Papua dan Haris Siloe Sekretaris Ikemal Papua, di Jayapura Kamis (6/7).
Apabila persoalan keamanan di Papua ini lanjut Junaedi, terus diabaikan, maka hal ini akan berkembang menjadi konflik Horizontal. Selain itu akan berpengaruh pada banyak hal seperti pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan mutu pendidikan maupun permasalahan kesehatan. Oleh sebab itu negara melalui Presiden harus hadir guna untuk pembangunan tanah Papua yang semakin baik.
“Kasihan masyarakat kita yang di daerah, terutama di enam tempat yang ada di Papua, mereka harus jadi korban, bahkan berulan ulang kali masyarakat mati sia sia karena perosapan keamanan ini,” kata Junaedi.
Diapun menyebut Forkom LKN Papua telah melakukan berbagai upaya untuk menyelesikan hal ini. Seperti beraduensi dengan Forkopimda di Papua. Bahkan mereka telah beraudiensi dengan Presiden. Presiden pun lanjut dia telah menyatakan sikap untuk hadir menyelesaikan keamanan di Papua, namun sayang yang terjadi persoalan kemanan masih menjadi permasalahan serius di tanah Papua. Hal ini membuktikan presiden tidak begitu serius mengurusi permasalahan keamanan di Papua.
“Sejak tahun 2021 kami beraudinesi dengan Presiden maupun pemerintah daerah, namun kami sangat kecewa karena tidak ada respon sama sekali,” tandasnya.
“Untuk itu Kami sangat mengharapkan kunjungan Presiden kali ini menjadi moment untuk membicarakan hal itu, dibandingkan hal lain yang sifatnya Ceremonial,” bebernya.
Sebab menyelesaikan persoalan keamanan di Papua ini, perlu adanya tindakan yang kompherensif, persuasif dan terstruktur guna untuk memwujudkan papua yang damai dan sejahtera.
“Kami yakin dan percaya jika presiden betul-betul serous menyelesaikan perosalan keamanan di Papua, maka Papua yang damai akan pasti terwujud,” pungkasnya. (rel/tho)
Mandenas menilai peristiwa tersebut berpotensi terjadi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Jika korban mencakup perempuan…
Berada di tapal batas Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat dengan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Puncak…
Pelaksana Tugas Kepala Bapperida Papua, Muflih Musaad mengatakan penyusunan usulan dilakukan mengacu pada kriteria penggunaan…
Menurut Lunanka, penguatan budidaya menjadi langkah penting untuk memastikan ketersediaan sagu dalam jangka panjang, sekaligus…
Menariknya, Aryoko juga meminta para jamaah untuk mendoakan Provinsi Papua, agar pembangunan di Papua bisa…
“Pendekatan CRS dan HIPEC merupakan terapi yang bersifat definitif pada kasus kanker dengan keterlibatan peritoneal.…