

Barang Bukti 12 Pohon Ganja berukuran 2 meter lebih yang diamankan Sat Narkoba dari Kampung Pipukmo Distrik Hubikiak minggu lalu saat diamankan di Polres Jayawijaya. Sabtu (29/8) (foto:Denny/ Cepos)
Kotur Geografis, Tanaman Ganja Bisa Tumbuh Subur di Wamena
*Polisi Akan Terus Rangkul Tokoh Adat untuk Berikan Edukasi Bahaya Ganja bagi Generasi Muda
WAMENA -Kondisi tanah yang di suhu udara yang sejuk menjadikan Jayawijaya sebagai daerah yang subur, hingga apapun yang ditanam tak membutuhkan pupuk atau bahan kimia buatan untuk bisa bertumbuh hingga panen, namun akhir -akhir ini ada oknum -oknum yang segaja memanfaatkan kesempatan ini untuk membudidayakan Narkotika jenis ganja.
Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Narkoba Iptu Jan Benyamin Saragih, SH menyatakan suburnya pembudidayaan ganja dan pasaran yang mudah di wilayah Kabupaten Jayawijaya memicu beberapa oknum masyarakat mulai banyak yang menanam narkotika ini secara sembunyi -sembunyi di beberapa tempat yang dipastikan luput dari pengawasan dan pandangan masyarakat lainnya.
“Adanya praktek penanaman ganja yang di temukan, menggarisbawahi tantangan penegakan hukum di wilayah Lembah Baliem, di mana kontur geografis yang ekstrem dan isolasi wilayah kerap dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk membudidayakan komoditas terlarang.”ungkapnya Senin (31/8) di Wamena
Menurut Saragih, para pelaku menggunakan modus penanaman tumpang sari terselubung atau menanam pohon ganja secara terselip di tengah-tengah kebun atau tanaman lainnya agar tak mudah ditemukan. Strategi pengelabuan ini bertujuan membaurkan warna dan bentuk daun ganja dengan vegetasi sekitar agar tidak memicu kecurigaan warga setempat ataupun aparat kepolisian.
”Tinggi dan suburnya pertumbuhan tanaman ganja di Jayawijaya tidak lepas dari kondisi mikroklimat Lembah Baliem. Tanah yang kaya unsur hara, ditambah tingginya intensitas curah hujan dan paparan sinar matahari, membuat vegetasi jenis apa pun tumbuh dengan pesat.”jelas
Dikatakan, faktor geografis yang menjadi kendala utama dalam pengawasan, hal ini terjadi karena akseblitas yang terbatas, artinya banyak titik perkebunan hanya dapat dijangkau dengan berjalan kaki selama berjam-jam menembus hutan yang rapat dan dipisahkan kali -kali kecil, selain itu keterbatasan jangkauan Komunikasi.
“Minimnya sinyal telekomunikasi di distrik-distrik pinggiran menyulitkan pelaporan cepat dari warga ke pos polisi terdekat, disisi lain lokasi yang digunakan untuk menanam ganja menjadi jalur perlintasan tradisional sehingga Pergerakan benih atau hasil olahan ganja sering memanfaatkan jalur-jalur tikus,” Kata Kasat Narkoba
Page: 1 2
Menurut Ramai, program latihan yang telah dijalani tim, baik saat pemusatan latihan di Jayapura maupun…
Otoritas Perikanan Nasional Papua Nugini (National Fisheries Authority/NFA) bersama Imigrasi Papua Nugini kembali menangkap kapal…
Pemerintah Kota Jayapura akan memperketat pengawasan di lokasi pengungsian warga terdampak kebakaran di Kelurahan Mandala,…
Polres Merauke bersama Densus 88 Antiteror memperkuat sinergi dalam upaya mencegah penyebaran paham radikalisme dan…
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Marthen Medlama mengatakan data tersebut perlu divalidasi terlebih dahulu untuk…
Pemain senior sekaligus legenda Persipura Jayapura, Boaz Solossa, memberikan dukungan penuh atas langkah klub meminjamkan…