

Annas, ST (FOTO: Sulo/Cepos )
Untuk Menata Pendidikan di Merauke ke Arah Lebih Baik
MERAUKE- Langkah Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Merauke Stephanus Kapasiang, S.Pd yang menahan gaji serta hak-hak dari setiap guru yang tidak melaksanakan tugas dengan baik mendapat dukungan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Merauke.
Anggota Komisi A DPRD Merauke Annas, ST, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (30/8) mengungkapkan, dewan pada prinsipnya mendukung setiap langkah yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Merauke dalam menata pendidikan di Kabupaten Merauke ke arah yang lebih baik.
‘’Pada prinsipnya, kami dari dewan sangat mendukung setiap langkah-langkah yang dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan jajarannya dalam menata pendidikan di daerah kita ke arah yang lebih baik,’’ tandas politisi dari Partai PDI-Perjuangan ini.
Annas mengungkapkan, beberapa waktu lalu, saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Merauke, pihaknya dari dewan sudah mempertanyakan terkait langkah-langkah yang diambil oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Merauke sebagai pejabat baru dalam membenahi dan menata pendidikan di Kabupaten Merauke.
Sebab, dari hasil reses atau kunjungan anggota dewan ke lapangan, masalah pendidikan ini selalu menjadi temuan. Sejumlah sekolah tidak operasional dikarenakan guru yang tidak berada di tempat tugas. Dan masalah guru yang tidak melaksanakan tugas dengan baik tersebut terjadi dari tahun ke tahun.
‘’Bukan berarti semua guru begitu, ada banyak guru juga yang sudah melaksanakan tugasnya dengan baik dan tentunya kita berikan apresiasi bagi guru-guru kita yang sudah melaksanakan tugas dengan baik dalam mendidik anak-anak kita tidak hanya ilmu tapi juga akhlak,’’tandasnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, bahwa SD Inpres Tambat yang tidak jauh dari kota dikeluhkan oleh kepala kampung Tambat karena hampir 8 tahun mengalami kekurangan guru. Bukan karena guru yang tidak ada. Dari Dinas Pendidikan mencatat, ada 8 guru yang ditugaskan di sekolah ini. Tapi yang aktif hanya 1 guru yang memang tinggal di kampung itu. Sedangkan kepala sekolah dan 6 guru lainnya jarang melaksanakan tugas. (ulo/tho)
Persipura yang bertindak sebagai tuan rumah dipastikan mendapatkan dukungan penuh dari suporter mereka yang akan…
Polsek Kurulu saat ini mulai melakukan pendalaman terhadap dugaan kasus pembunuhan yang berujung pada penganiayaan…
Owen berharap siapapun yang terpilih nantinya bisa meningkatkan prestasi sepakbola Papua. Saat ini, Komite Pemilihan…
Manajemen Persipura Jayapura dipastikan tidak menjual tiket sesuai kapasitas maksimal Stadion Lukas Enembe pada laga…
Ketua Umum Persipura Jayapura, Benhur Tomi Mano, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pendukung…
Menurut keterangan resminya diterima media ini, Senin (4/5/2016) sore, Direktur Akademi PFA, Coach Wolfgang Pikal,…