

Pencarian 6 ABK KM Bintang Laut di hari ketujuh atau terakhir lewat laut dan pesisir darat, Selasa (27/1) (foto:Ist/Cepos)
MERAUKE– Di hari ketujuh upaya pencarian terhadap 6 anak buah kapal (ABK) KM Bintang Laut yang hilang seiring ternggelamnya kapal tersebut pada 20 Januari lalu, Tim SAR Gabungan menurunkan kekuatan penuh untuk melakukan upaya pencarian. Sebanyak 6 kapal diturunkan untuk melakukan penyisiran baik di laut maupun di sepanjang pesisir pantai.
‘’Di hari ketujuh hari ini, kami tetap melakukan pencarian dengan menurunkan 5 kapal pencarian,’’ kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke, Rudi saat ditemui di Kantornya, Selasa (27/1).
Rudi menjelaskan, area pencarian pertama dilakukan kea rah Selatan, kemudian kea rah barat dengan melibatkan kapal pencarian. Sementara kearah Timur dan konsetrasi di bagian pinggir dan darat.
Rudi menjelaskan, bahwa upaya pencarian sudah dilakukan namun tanpa hasil atau nihil sehingga sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP), upaya pencarian tersebut harus ditutup.
‘’Sesuai SOP bahwa pencarian selama 7 hari. Sehingga hari ini merupakan hari ketujuh dengan pertimbangan-pertimbangan bahwa areal pencarian yang cudah cukup luas sejak hari pertama hingga hari ini,’’ jelasnya.
Meski dari pihak kerusahaan tidak ikut membantu melakukan pencarian tersebut, namun Rudi mengaku pihaknya tetap melakukan kontrak dengan keagenannya. ‘’Sesuai dengan tugas dan fungsi kita, kita tetap melakukan pencarian. Karena ini aksi kemanusiaan, Namun hasilnya tetap nihil,’’ terangnya.
Page: 1 2
Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BBKHIT) Papua memberikan perhatian serius terhadap isu masuknya…
Akademi Teknologi Laboratorium Medik Papua menyoroti tingginya ancaman tiga penyakit berbahaya di Papua, yakni malaria,…
Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK saat memimpin pendataan kerugian material…
Selain menetapkan tersangka, aparat kepolisian juga masih merangkum sejumlah laporan polisi yang masuk pasca insiden…
Peristiwa ini langsung memicu sorotan tajam lantaran terjadi di lingkungan tempat ibadah, sebuah ruang aman…
Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, menegaskan gereja dan masyarakat sipil tidak boleh menjadi sasaran dalam…