

Tersangka pengeroyokan RT dan AK (kanan) saat ditangkap (FOTO: Sulo/Cepos)
MERAUKE-Dua pengeroyokan yang mengakibatkan korbannya mengalami luka berat akhirnya berhasil ditangkap oleh Tim Opsnal Reskrim Polres Merauke pada Selasa (22/6) sekitar pukul 14.00 WIT.
Kapolres Merauke AKBP Ir. Untung Sangaji, M.Hum melalui Kasubag Humas AKP Ariffin, S.H, dikonfirmasi membenarkan penangkapan kedua tersangka berinisial RT (32) dan AK (22) tersebut. Pengeroyokan itu, kata Kasubag Humas berdasarkan laporan Polisi / B / 272 / VI / 2021 / SPKT / Res Merauke pada 18 Juni 2021.
“Kejadiannya 12 Juni 2021 sekitar jalan Mangga Dua Merauke sekitar pukul 03.30 WIT,” kata Kasubag Humas.
Pada saat kejadian, para pelaku mendatangi korban dan sempat terjadi adu mukut antara korban dan pelaku. Tiba-tiba para pelaku memukul korban menggunakan pipa besi pada bagian kepala yang mengakibatkan korban mengalami luka sobek pada bagian jidat dan harus dijahit sebanyak 16 jahitan.
Sementara, kedua pelaku pengeroyokan ditangkap saat Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Merauke. Polisi mendatangi kediaman pelaku RT di Jalan Bhakti Merauke dan langsung mengamankannya. Setelah pelaku RT ditangkap, Tim Opsnal mendapat informasi dari RT tentang keberadaan pelaku lainnya atas nama AK di sekitaran Jalan Bhakti Kabupaten Merauke.
“Sekitar pukul 14.15 Wit, Tim Opsnal mendekati pelaku AK dan langsung menangkapnya,’’ tandasnya.
Kedua tersangka tersebut, kata Kasubag Humas dijerat Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (ulo/tri)
Fakhiri menegaskan, penguatan regulasi Otonomi Khusus menjadi penting agar pembangunan di Papua tetap berjalan meski…
Ketiga terdakwa tersebut yakni J. Victor Davis yang merupakan pilot dari pesawat Piper PA 23-250…
Penanganan kasus kerusuhan usai laga Persipura Vs Adhyaksa di Stadion Lukas Enembe, menemukan fakta baru.…
Selasa (12/5) pagi kemarin, layanan posko pengaduan masyarakat di Polres Jayapura terlihat sudah didatangi masyarakat…
Dimana pihak perusahaan telah mendapatkan izin operasional dari pemerintah pusat. Tinggal langkah terakhir yaitu meminta…
Pertemuan ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah upaya krusial untuk mengkalibrasi ulang implementasi Otonomi Khusus…