Categories: MERAUKE

Tuntut Ganti Rugi, TK Negeri Pembina Merauke Dipalang Pemilik Hak Ulayat

MERAUKE– Pemilik hak ulayat melakukan aksi pemalangan terhadap TK Negeri Pembina Merauke yang beralamat di Jalan Pendidikan Merauke atau bersebelahan dengan SMPN I Merauke.

Aksi pemalangan ini dilakukan sejak Kamis (15/1) sore. Bahkan, para pemilik hak ulayat tersebut tinggal di dalam kompleks TK tersebut dengan cara membuat bevak atau tenda di halaman depan TK. Aksi pemalangan yang dilakukan pemilik hak ulayat tersebut membuat 68 anak yang ada di sekolah tersebut terpaksa diliburkan sejak Senin (19/1).

‘’Kalau Jumat itu kan libur. Sementara Sabtu, anak-anak libur. Jadi sejak Senin sampai Rabu hari ini, anak-anak libur karena adanya pemalangan itu,’’ kata Kepala TK Negeri Pembina Merauke Lusia Leftumun, S.Pd, ditemui di rumah dinasnya yang ada di dalam kompleks tersebut, Rabu (21/1).

Lusia Leftumun mengungkapkan, pemalangan ini merupakan yang kedua kalinya. Di tahun 2025 saat sekolah mau dipagar tembok bagian depan, sekolah di palang. Kemudian saat itu dibuka oleh pihak kepolisian setelah negosiasi terjadi. ‘’Kemudian sekarang setelah pagar bagian depan sekolah itu selesai,’’ tandasnya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Tak Ada Budidaya, Populasi Udang Selingkuh Semakin Berkurang

Udang Selingkuh Wamena adalah lobster air tawar endemis Papua yang secara ilmiah termasuk dalam Cherax…

8 hours ago

Banyak Masyarakat NTT Berkontribusi di Papua Selatan

Dialog tersebut mengusung tema "Generasi Muda, Identitas, dan Realitas Sosial. Wagub Paskalis mengemukakan banyak masyarakat…

9 hours ago

Medical Klinik Pertama Milik OAP Kini Hadir di Merauke

Medical Klinik pertama milik orang asli Papua kini hadir di Merauke seiring dengan peresmian dan…

10 hours ago

Sempat Ditungggu Habiskan Makan, Satu Anggota KKB Intan Jaya Dibekuk

Personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 menangkap seorang pemuda berinisial EK (18) di Kampung Bilogai,…

11 hours ago

Perkembangan Teknologi dan Sistem Transportasi Tak Bisa Dibendung

Ramainya perbincangan warganet di media sosial terkait rencana kehadiran Bajaj di Papua mendapat tanggapan dari…

12 hours ago

DPRP Papeg Minta Maaf Tidak Turun Langsung Ke Masyarakat Dalam Situasi Konflik

Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi (DPRP) Papua Pegunungan meminta maaf kepada keluarga korban dan korban terdampak…

13 hours ago