Categories: MERAUKE

Pemalangan Berujung Penganiayaan di Merauke

MERAUKE– Kasus pemalakan yang berujung penganiayaan terjadi di Merauke tepatnya di Jalan Kudamati, Kelurahan Kamundu, Merauke, Kamis (19/1) sekira pukul 11.12 WIT. Saat kejadian itu, seorang warga yang berada dalam mobil berhasil merekam ketegangan yang terjadi tersebut. Dimana dua orang saling mengejar dengan memegang parang panjang dan kampak. Bahkan rekaman video tersebut jadi viral.

Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga,melaui Kapolsek Kota AKP Susanto Bakri, mengungkapkan, kasus pemalamngan yang berujung penganiayaan itu terjadi sekira pukul 11.12 WIT.

‘’Setelah anggota Pos Kudamati menerima laporan dari anggota Polsek Kelapa lima, tentang terjadinya pemalangan di Jalan Kudamati dekat Alamanda 2. Laporan tersebut diterima melalui HT dan langsung ditindaklanjuti oleh anggota Pos Kudamati,’’ kata Kapolsek.

Dikatakan, anggota Pos Kudamati segera menuju TKP sambil menunggu kedatangan Kijang Kota. Namun, saat tiba di lokasi, situasi sudah ricuh antara korban dan pelaku. Meskipun anggota berusaha mengamankan situasi, kedua belah pihak tidak mau mendengar dan terjadilah kasus penganiayaan berupa pembacokan di kepala.

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Tiga Nama Calon Pelatih Persipura Dikantongi

Tim kebanggaan masyarakat Papua itu sedang menyiapkan skuad yang “mewah”. Sejumlah pesepak bola asal Papua…

2 hours ago

Presiden Prabowo Dituding Telah Lakukan Kejahatan Luar Biasa

Juru Bicara TNPB-OPM, Sebby Sambom, menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim pembuat film dokumenter tersebut. Menurutnya,…

4 hours ago

Gaji Hakim Naik 300 Persen, Akademisi: Gaji Selangit Tak Jamin Bersih

Dalam pandangannya, kenaikan drastis ini melahirkan pertanyaan mendasar di benak publik: "Gaji hakim naik, rakyat…

8 hours ago

Persipura Lakukan Perombakan Besar-besaran

“Untuk saat ini semua masih bisa terjadi. Pemain asing yang pasti kita sedang mencari. Tiga-tiganya…

15 hours ago

DPR RI Didesak Bentuk Pansus Pantau Kerusakan Dampak PSN

Direktur Eksekutif POHR, Thomas Ch. Syufi, menegaskan bahwa karya tersebut bukan sekadar dokumenter biasa, melainkan…

16 hours ago

Hampir Tak Ada Wakil Rakyat yang Bicara Penolakan PSN

Menurutnya, film Pesta Babi membuka ruang diskusi publik terkait persoalan besar yang selama ini dirasakan…

17 hours ago