Categories: MERAUKE

Datangkan Investasi Bukan untuk Sengsarakan Rakyat

MERAUKE – Sampai saat ini terjadi pro kontra di masyarakat terutama pemilik hak ulayat terkait dengan investasi pembukaan 1 juta lahan unttuk pertanian dan sekitar 500.000 hektar untuk  tebu.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Selatan Paino, SIP, MT, mengatakan, terkait dengan program nasional dengan investas besar-besaran di Papua Selatan khususnya Merauke ini berdasarkan situasi nasional atau dunia.

Dimana sebagian negara-negara  luar sudah mulai mengalami krisis pangan  sehingga saat pertemuan dengan Menteri Pertanian disampaikan bagaimana krisis pangan tersebut dapat diantisipasi  di Indonesia  lebih khusus dari Merauke Papua Selatan.

‘’Sehingga  program nasional yang dicanangkan oleh Presiden  terpilih itu bagaimana pangan dunia  itu bisa kita olah di Papua Selatan,’’ katanya.

Paino menjelaskan bahwa  terkait dengan investasi yang masuk di Papua Selatan, baik  investasi pertanian maupun  tebu regulasinya sudah disesuaikan. ‘’Kemarin sudah rapat di Swissbel kemudian rapat di kapal dengan Pak Menteri Pertanian dengan investor  instansi terkait baik  dari ATR kemudian dari kehutanan sudah disesuaikan,’’  jelasnya.

Menurutnya, untuk hutan lindung tidak  akan dikorek. Artinya investasi besar-besaran 1 juta hektar tersebut sudah disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

‘’Kedua bahwa negara ketika menghadirkan investasi untuk memakmurkan rakyat. Tidak ada negara datang berinvestasi untuk menyengsarakan rakyatnya. Intinya bagaimana masyarakat sejahtera melalui  investasi dalam bidang pangan nasional. Diharapkan dengan investasi besar-besar ini dapat mengangkat derajat masyarakat  khususnya masyarakat setempat  yang punya hak ulayat,’’ terangnya.

Paino mencontohkan untuk program optimalisasi lahan seluas 40.000 hektar, sebagian  masyarakat mulai menikmati manfaatnya  dan lainnya sedang berjalan.

‘’Dengan adanya proyek 1 juta hektar ini  dapat mengangkat setidaknya masyarakat setempat, sehingga  pangan  dunia dapat disuplay dari Merauke dan itu harapan negara dalam hal ini  pemerintah dengan mendatankan investor. Kalau  pemerintah yang garap langsung,  pemerintah  terbatas anggaran sehingga kita bersyukur dengan adanya investasi yang masuk dengan tujuan untuk mengangkat perekonomian  masyarakat setempat, umumnya di Papua selatan,’’ pungkasnya. (ulo/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Theo: Tak Masuk Akal Orang Papua Sandera Orang Papua

Theo menilai kasus dugaan penyanderaan itu masih belum jelas karena adanya perbedaan informasi antara pihak…

1 day ago

OTT Rektor Unsoed Jadi Alarm bagi Perguruan Tinggi di Papua

   Merespon terkait dengan kasus tersebut​, Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, M.Hum., menegaskan…

1 day ago

El Nino Kuat Bayangi Mimika, BMKG Peringatkan Asap Kiriman dan Gangguan Penerbangan

BMKG Stasiun Meteorologi Mozes Kilangin Timika mengimbau warga Kabupaten Mimika untuk mewaspadai cuaca ekstrem akibat…

1 day ago

Giliran Asap Negara Tetangga Resahkan Warga RI-PNG

Asap yang disinyalir dari kebakaran hutan dan lahan ini justru muncul dari arah negara tetangga…

1 day ago

Satpol PP Siagakan 10 Personel Amankan  Kantor Dinkes Merauke

Penempatan personel tersebut dilakukan menyusul persoalan pemalangan Kantor Dinas Kesehatan yang sebelumnya membuat aktivitas pegawai…

1 day ago

Melaju di Atas Aspal dari Malam Tembus Pagi, Terapkan Monitoring  24 Jam

Di tengah tuntutan pemenuhan  hidup, Komunitas Laskar Di Rantau (LDR) telah membuktikan bahwa keterbatasan dan…

1 day ago