‘’Kenaikan harga itu juga merupakan kesepakatan dari kelompok tani yang tergabung dalam Gapoktan itu untuk menaikan harga BBM subsidi itu dari harga yang ditetapkan pemerintah, dimana kenaikan harga itu untuk biaya transportasi,’’ jelasnya.
Secara undang-undang, tambah Charles Gomar, menjual BBM subsidi diatas harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah tersebut salah. Begitu juga tidak boleh menimbun. Dan mereka menjual ke petani, mereka juga salah.
‘’Tapi, kita harus mengetahui penyebabnya apa. Sama dengan Pertamini tadi. Penjualan yang dilakukan Pertamini dengan menimbun dan menjual BBM subsidi diatas harga eceran tertinggi juga salah. Tapi dalam tanda petik ada ada toleransi. Tapi kalau memang liohat pada aturan maka harusnya pertamini juga ditindak,’’ tandasnya. (ulo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga melalui Kaur Bin Ops Satreskrim Polres Merauke, Ipda Stevend Dapo,…
Koordinator Devisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU Provinsi Papua Pegunungan Naftali Emmanuel Pawika mengatakan rekapitulasi…
Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Papua Barat Daya, Atika Rafika yang dalam hal…
Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH sebelum pertemuan ini, pihaknya telah meminta kepada kepala dinas…
Sekretaris Asosiasi 328 Kepala Kampung Se Jayawijaya Sem Uaga menegaskan jika menyikapi adanya informas yang…
Kedua tersangka masing-masing berinisial EK dan RS. Tersangka EK diduga terlibat dalam kasus pembunuhan terhadap…