

AKP Najamuddin, MH (FOTO: Sulo/Cepos)
MERAUKE – Kasus ayah hamili 2 kali anak kandung kali di Merauke berinisial MF (38), akhirnya diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Merauke, Kamis, (12/5), kemarin.
Tersangka dan barang bukti tersebut diserahkan ke JPU setelah berkas pemeriksaan dinyatakan lengkap atau P.21. ‘’Untuk tersangka ayah hamili anak kandung 2 kali sudah kita serahkan ke Kejaksaan Negeri Merauke setelah berkasnya dinyatakan lengkap,’’ tandas Kapolres Merauke AKBP Ir. Untung Sangaji, M.Hum melalui Kasat Reskrim AKP Najamuddin, MH, kemarin.
Sebagaimana diketahui, kasus persetubuhan yang dilakukan tersangka terhadap anak kandungnya ini terungkap pada Januari 2022 lalu. Dimana korban yang merupakan anak kandung dari tersangka telah 2 kali melahirkan yang akibat perbuatan bejat yang dilakukan tersangka.
Kasus persetubuhan itu dilakukan tersangka saat anak semata wayangnya tersebut masih duduk di Kelas IV SD tahun saat korban baru berumur 9 tahun sampai korban berumur 16 tahun di Bulan November 2021.
Kasus ini sebenarnya sempat diminta oleh ibu kandung korban untuk diselesaikan di Polsek Kurik, namun karena perbuatan bejat tersangka tidak dapat dimaafkan sehingga oleh Kapolres Merauke Untung Sangaji menarik kasus tersebut ditangani langsung oleh Reserse Kriminal Polres Merauke.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 81 ayat (3) UU RI No 23 tahun 2002 dengan ancaman 15 tahun penjara ditambah 1/3 dari ancaman hukuman karena kasus dilakukan oleh keluarga terdekat sehingga menjadi 20 tahun penjara. (ulo/tho)
Operasi pengamanan ini berlangsung selama dua hari, 8-9 Mei 2026, menempuh rute perairan dari Distrik…
Dari kerusuhan ini, sebanyak 14 orang telah diamankan di Polres Jayapura untuk menjalani pemeriksaan dan…
Menurut Denis, tindakan penegakan hukum itu dilakukan sebagai respons atas serangkaian gangguan keamanan di jalur…
Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP menyatakan kondisi seperti ini memang sangat merugikan dan…
Insiden ini menarik perhatian luas setelah proses penemuan korban disiarkan secara langsung melalui media sosial…
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke kembali memberikan sanksi tegas kepada guru yang kedapatan tidak…