

Ketua Panitia UTBK-SBMPTN Uncen Jayapura tahun 2022, Oscar O Wambrauw, SE. M.Sc. Agr., saat memantau sosialisasi kepada pengawas UTBK- SBMPTN di Kampus Uncen Waena, Perumnas III, Distrik Heram, Kamis, (12/5). (FOTO:Noel/Cepos)
JAYAPURA-Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) melalui Universitas Cenderawasih (Uncen) akan melakukan Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UTBK- SBMPTN) Uncen tahun 2022 di lima wilayah di Provinsi Papua.
UTBK-SBMPTN yang diselenggarakan Uncen Jayapura ini rencananya diikuti 1.976 peserta.
Ketua Panitia UTBK- SBMPTN Uncen tahun 2022, Dr. Oscar O Wambrauw, SE. M.Sc. Agr., mengatakan SBMPTN merupakan salah satu jalur masuk perguruan tinggi negeri, selain seleksi lainnya seperti Seleksi Mandiri dan SNMPTN.
Untuk bisa lolos melalui jalur, siswa menurutnya harus melewati serangkaian tes tertulis atau Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).
Pembantu Rektor I Uncen Jayapura ini juga mengatakan sesuai persiapan, mereka akan mengatur tempat dan adminstrasi untuk dapat melaksanakan tes serta pengawas.
“Kami melakukan persiapan untuk memastikan pelaksanaannya dapat berjalan lancar. Bagi peserta yang akan ikut nantinya harus siapkan Prokes masing-masing. PTN dan persiapan fasilaitas infrastruktur komputer, Server dan lain akan dilakukan secara onlie se-Indonesia.
Dalam persiapan ini menurut Oscar Wambrauw, pihaknya juga melakukan sosialisasi tahap ujian kepada semua pengawas di Kota Jayapura dan lima mitra penyelengara di Kabupaten Mimika, Nabire, Jayawijaya, Kepulauan Yapen, dan Biak Numfor.
Untuk kuota yang disediakan, Oscar Wambrauw mengatakan, berdasarkan daya tampung dari masing-masing fakultas baik dari ruang dan jumlah dosen serta fasilitas lainnya untuk menunjang kegiatan akademi, penerimaan tahun ini diperkirakan 4.000-5.000 orang mahasiswa.
“Ada tiga jalur penerimaan yaitu SNMPTN, SBNPTN dan Mandiri. Kita sudah lalui SNMPTN dan sudah diumumkan 29 Maret dan yang lulus ada 396 orang. Jalur SLSB ada 1.100 yang lulus dan untuk jalur Mandiri nanti kita bisa memenuhi kuota,” tambahnya.
Untuk pelaksanaan ujian nanti, pihaknya juga akan menyediakan saran pendukung seperti jaringan internet dan listrik. “Untuk listrik kami sudah bersurat ke PLN dan kami juga siapkan genset untuk lab,” ujarnya.
Mengenai tenaga pengawas, Oscar Wambrauw menyebutkan ada 40 orang pengawas yang nantinya akan didistribusikan.(oel/nat)
Setelah kabar ini tersebar Dion langsung bertolak menuju Taja dan mengecek langsung kondisi disana. Ia…
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Papua menilai tingginya ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah…
–Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia kembali memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) kepada Pemerintah…
Menurut Yunus, praktik penagihan uang kepada setiap pengunjung yang melintas di kawasan tersebut tidak dapat…
Festival yang berlangsung di halaman Kantor DPR Papua dan Kampus Universitas Cenderawasih itu bukan…
Program jemput bola yang dilaksanakan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Jayapura terus menunjukkan…