Categories: MERAUKE

Puluhan Tenaga Honorer Mengadu ke DPRD Merauke

Sudah Puluhan Tahun Mengabdi Tapi Namanya Tidak Ada

MERAUKE-Puluhan tenaga honorer  di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke mendatangi Kantor  DPRD Merauke, Rabu (12/4), kemarin. Para tenaga honorer tersebut mengadukan nasibnya yang  belum terakomodir dalam pengangkatan honorer yang baru saja diumumkan oleh Pemkab Merauke melalui Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia Kabupaten Merauke.

Pujiono, SP, salah satu tenaga honorer yang mengaku telah mengabdi sejak 2007  mengungkapkan, kedatangan mereka ke Kantor DPRD Merauke ini untuk menyampaikan kekecewaan terkait dengan pengangkatan tenaga honorer 600 yang telah diumumkan Pemkab Merauke.

‘’Tujuan kita datang ke sini untuk minta keadilan. Karena seharusnya dari 600 orang itu, ada hak-hak yang harus kami terima, tapi diambil oleh orang lain, “ungkapnya.

Menurutnya, dari pengumuman tersebut, ada yang baru saja honor, namun namanya ada dalam daftar. Sementara ada yang mengabdi lebih dari 10 tahun sebagai honorer, namanya tidak masuk.

‘’Ada juga yang tidak honor, tapi namanya masuk. Kami berharap ada keadilan, karena kesempatan ini langkah terjadi untuk formasi pengangkatan honorer,”tandasnya.

Pujiono menambahkan, berdasarkan informasi dari BKSDM Merauke bahwa tenaga honorer yang masih tersisa 1.424. ‘’Itu yang terdata, baik yang lama dan baru. Tapi kalau bicara honor, seharusnya berdasarkan masa kerja,’’ jelasnya.

Ketua Komisi C DPRD Merauke, Moses Jem yang menerima para honorer ini mengungkapkan, mereka yang datang mengadu ke dewan tersebut sudah belasan tahun honor, tapi tidak ada nama.

    ‘’Ada yang honor di atas tahun 2020,  tapi nama ada, ini yang membuat mereka kecewa. Mereka minta untuk diklarifikasi. Nama-nama honor yang diangkat ini kira-kira mereka dari mana, sehingga mereka yang datang ini bisa puas. Karena mereka sampaikan bahwa ada yang tidak honor, tapi bisa lolos. Berikut, ada yang baru honor  satu dua tahun, tapi namanya ada,”jelasnya.

Sebagai wakil rakyat, kedatangan mereka ini tetap diterima dan akan disampaikan ke tingkat pimpinan untuk bagaimana menggelar rapat dengar pendapat antara yang datang ini dengan BKD, kalau bisa saudara bupati dapat hadir untuk memberikan klarifikasi dalam ruang rapat dewan.(ulo/tho)   

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: DPRDMERAUKE

Recent Posts

Kapolres Merauke: Jangan Sampai Kejadian di Puncak Terjadi di Merauke

Leonardo mengatakan, kejadian tersebut menjadi perhatian bersama karena menimbulkan kerugian. Karena itu, berbagai potensi persoalan…

13 minutes ago

Ini Alasan Fatal Mengapa Bendera Merah Putih Haram Menyentuh Tanah!

Pengibaran Bendera Merah Putih menjadi salah satu bagian paling dinantikan dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan.…

43 minutes ago

Potensi Besar di Sektor Retribusi, Tapi Terbentur Kepentingan Masyarakat Adat

   Car Free Day (CFD) yang digelar setiap Sabtu tersebut kini menjadi salah satu ruang…

1 hour ago

Meriahkan HUT RI, Joged Veronika dan Yospan Asaibori di Mandala

  Salah satu atraksi yang akan menjadi perhatian dalam peringatan HUT ke-81 RI tahun ini…

2 hours ago

Gebyar Pajak 2026, Cara Pemprov Papua Dorong Warga Taat Bayar Pajak

  Gebyar Pajak 2026 yang digelar di halaman Kantor Bapenda Papua, Kamis, 13 Agustus 2026,…

2 hours ago

Pimpinan OPD Wajib  Kawal Kehadiran ASN di Upacara HUT RI

  Menindaklanjuti arahan Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah (Sekda)…

3 hours ago