Prespektif kedua, lanjut dia bahwa, dengan kunker silent tersebut sebagai langkah nyata eksekusi pemerintah pusat terhadap kegiatan yang dilakukan di Papua Selatan.
‘’Jadi tidak dilakukan dengan cara seremonial, tapi kelihatannya pemerintah pusat ingin mewujudnyatakan program mereka di Kabupaten Merauke dengan baik. Jadi tidak semata-mata dilihat dari prespektif negative. Tapi harus dilihat dari prespektif positifnya. Nyata sekali, saya melihat kepada efisiensi. Paling penting efisiensi. Karena tidak menyusahkan pemerintah daerah, tidak harus menyiapkan tarian sambutan dan sebagainya,’’ jelasnya.
‘’Tapi sebenarnya saya melihat prespektif positifnya dan ini juga pertanda baik bahwa pemerintah pusat tidak perlu lagi dengan proses-proses seremonial tapi betul-betul pemerintah pusta mewujudnyatakan apa yang menjadi program mereka. Ini pikiran dan pandangan saya dari apa yang saya baca dan cermati,’’ pungkasnya. (ulo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah V Jayapura menerbitkan peringatan dini terkait ancaman kekeringan…
Insiden yang terjadi pada Senin, 17 Agustus 2026 tersebut berawal dari penyerangan pos keamanan di…
Penandatanganan nota kesepahaman yang sarat nilai historis tersebut berlangsung secara khidmat pada Sabtu, 22 Agustus…
Selama sepekan terakhir, wilayah Kabupaten Puncak, Papua Tengah, sempat dikepung asap tebal akibat kebakaran hutan…
Mereka juga membawa boneka serupa yang diberikan oleh Direktur Utama RSUP Dr Kariadi, Agus Akhmadi.…
Bambang menjelaskan, tepung jagung yang digunakan dalam inovasinya tidak bekerja secara tunggal. Tepung tersebut dicampurkan…