

Sarles Brabar (FOTO:Karel/Cepos)
JAYAPURA – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN dan Badan Gizi Nasional (BGN) diketahui telah menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dalam program makan bergizi gratis.
Hal itu dilakukan Kemendukbangga untuk memastikan ibu hamil (bumil), ibu menyusui (busui) dan bayi di bawah dua tahun (Baduta) menjadi penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan tujuan untuk mencegah stunting, dan meningkatkan kualitas generasi penerus.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung Kepala Kemendukbangga Wilayah Papua Sarles Brabar kepada Cenderawasih Pos pada pekan lalu. Sarles mengatakan kolaborasi tersebut merupakan bentuk kerjasama pihaknya dengan BGN.
Karena itu kata Sarles, semua dapur-dapur MBG di setiap kota dan kabupaten di Papua harus berkoordinasi dengan BKKBN atau Kemendukbangga sehingga pihaknya dapat melakukan delivery MBG ke ibu hamil dan lain sebagainya.
“Kita itu menggurus ibu hamil, ibu menyusui dan Baduta untuk memperoleh gizi yang seimbang,” kata Sarles ketika dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Senin (9/6).
Page: 1 2
Insiden pertama terjadi pada Senin (27/4), disusul kejadian serupa pada Selasa (28/4) sekitar pukul 11.22…
Ia menegaskan, tujuan utama negara adalah melindungi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, pendekatan keamanan tidak…
Hingga hari ini, meski zaman berubah, Pasar Lama Sentani tidak pernah benar-benar sepi. Di setiap…
Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi KY, Abhan, yang memaparkan materi sekaligus…
Langkah ini diambil guna memastikan integritas pelayanan publik tidak terganggu oleh aktivitas pribadi di platform…
Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menilai bahwa tanggal 1 Mei 1963 adalah salah satu hari…