

dr. Nevile R. Muskita (FOTO:Sulo/Cepos)
MERAUKE– Dinas Kesehatan Provinsi Papua Selatan menyatakan kesediaannya untuk melanjutkan pembangunan rumah sakit rujukan Tipe B yang akan menjadi rumah Sakit Utama di Provinsi Papua Selatan.
Rumah Sakit Rujukan Tipe B ini dibangun oleh pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Kesehatan Papua sekitar 7-8 tahun lalu di belakang Perumahan Veteren, Kelurahan Kamundu Merauke.
Lahannya disediakan Pemerintah Kabupaten Merauke melalui pembebasan hak ulayat dan pembelian tanah. Namun Rumah Sakit Tipe B tersebut mangkrak. Padahal, gedung untuk poliklinik berlantai dua telah dibangun.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke dr. Nevile R. Muskita ditemui media ini mengungkapkan bahwa dirinya sudah sempat berbincang dengan Dinas Kesehatan Provinsi Papua Selatan, dan mereka bersedia untuk melanjutkan pembangunan rumah sakit tersebut.
Namun perlu dilakukan hibah terlebih dahulu dari Pemerintah Kabupaten Merauke ke Pemprov Papua Selatan. ‘’Kalau bicara masalah hibah itu langsung pimpinan daerah bukan kita di Dinas Kesehatan,’’ kata mantan Direktur RSUD Merauke ini.
Terhadap kondisi bangunan Poliklinik yang telah dibangun beberapa tahun lalu, Nevile mengaku juga belum memantau seperti apa. Karena di saat kondisi musim hujan seperti sekarang ini cukup sulit dijangkau karena belum ada pengerasan jalan sampai di lokasi pembagunan rumah sakit tipe B tersebut. (ulo/tho)
Sebanyak 141 warga negara Indonesia (WNI) tercatat sedang menjalani proses hukum dan hukuman di Papua…
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Selatan dr. Benedicta C. H. Rahangiar menjelaskan, koordinasi penanganan KLB…
Dalam konferensi pers di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah Indonesia (Bakom) pada Rabu (24/6), JAM Pidsus…
Keputusan tersebut tidak datang begitu saja. Taufik diketahui sempat meminta saran kepada mantan atasannya, Dadang…
Laporan itu menjadi salah satu tuduhan paling serius yang pernah dilontarkan terhadap Israel sejak perang…
Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke menyatakan terjadi peningkatan kasus campak yang terjadi saat ini. Penyebarannya diduga…