Categories: MERAUKE

Lestarikan Budaya Adat Biak di Tanah Rantau

MERAUKE – Dalam rangka melestarikan budaya adat  Biak, Kerukunan Keluarga Biak yang ada di Merauke  melakukan peminangan salah satu anggota keluarganya dengan budaya adat. ‘’Ini salah satu cara  kami untuk tetap melestarikan budaya  kami yang ada di  tanah rantau. Jadi adat harus tetap dijunjung tinggi dan dilestarikan,’’ kata Ketua Ikatan Keluarga Biak,  Sergius Womsiwor, S.Pd, M.Pd, di sela-sela lamaran secara adat tersebut kemarin.

Sergius Womsiwor yang juga saat ini menjabat sebagai Kepala Sekolah SMAN I Merauke itu  mengizinkan sedikitnya 30 anak-anak SMAN I Merauke dari Suku Biak ikut ambil bagian  dalam prosesi pelamaran secara adat tersebut.

‘’Sengaja kita libatkan mereka, dalam rangka pelestarian nilai-nilai budaya kami  orang Biak. Ada 15 pria dan 15 perempuan kami ikutkan dengan harapan bahwa mereka bisa mengerti bahwa meski mereka lahir dan besar di negeri orang, tapi  mereka punya identitas yang namanya adat istiadat,’’ jelasnya.

Sergius Womsiwor menjelaskan lebh jauh bahwa keikutsertaan anak-anak didiknya dari Suku Biak tersebut merupakan salah satu muatan lokal pelajaran di sekolah. ‘’Saya melihat bahwa anak-anak akan cepat mengerti ketika mengikuti langsung prosesi,’’ katanya.

Sementara itu, Obeth Rumbrar, salah satu pengurus  Ikatan Keluarga Biak  menjelaskan, sebagai orang Biak yang ada di Merauke merupakan komunitas yang mempunyai adat.  ‘’Kami ingin menunjukkan kepada keluarga Yuni Azis yang mana anak laki-laki kami Riky mempersunting dia untuk menjadi bagian dari keluarga orang Biak. Maka kami berproses secara adat,’’ katanya. 

Dikatakan, dalam proses peminangan secara adat ini, sedikitnya ada sekitar 80 jenis benda-benda adat  yang dibawa sebagai peminangan, mulai dari piring  gantung berbagai ukuran dan jenis, kemudian gelang putih, juga sejumlah uang  yang disediakan.

‘’Kami serahkan sebagai tanda ikat dan tanda memberi. Tapi, inti di sini  bahwa uang atau mas kawin itu bukan berarti kami membeli anak perempuan. Tapi, kami menyatukan dua versi Biak dengan  ada campuran Jawa dan Makassar,’’ terangnya.

Ditambahkan, meski  berada di tanah rantau, namun adat  harus tetap dipertahankan dan dilestarikan, karena sudah menjadi pesan dari leluhur. (ulo/tho)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: MERAUKE

Recent Posts

Desak Perlindungan Warga Sipil di Tengah Konflik Bersenjata

Karenanya YKKMP berencana akan memasang baliho hak-hak masyarakat sipil khususnya di Distrik Sinak dan Kembru,…

11 hours ago

Harga Minyak Tanah Bersubsidi di Pengecer Semakin Tak Masuk Akal

arga penjualan minyak tanah (Mitan) bersubsidi di tingkat pengecer pada pasaran Wamena semakin meninggi. Sebab…

12 hours ago

Dua Bersaudara jadi Korban Curas di Kampung Tulem

Aksi pencurian dengan kekerasan kembali terjadi di Jayawijaya kembali terjadi. Kali ini tepatnya di Kampung…

13 hours ago

Rumah Sakit Pengampu Nasional dan Regional Cek Langsung RSUD Merauke

Saat di RSUD Merauke tersebut, para direktur utama rumah sakit tersebut didampingi Kepala Dinas Kesehatan…

15 hours ago

Mimika Diterjang Hujan Lebat dan Angin Kencang

Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan BMKG, sejak pukul 13.00 WIT, hujan dengan intensitas sedang hingga…

16 hours ago

Belasan OPD Absen, Wali Kota Beri Sinyal Ganti

Tak hanya di tingkat OPD, rendahnya partisipasi juga terjadi di jajaran wilayah. Dari lima kepala…

17 hours ago