

Dua Kelompok warga yang sempat bertikai akibat pengaruh minuman keras sepakat untuk berdamai. Perdamaian dimediasi oleh pihak Kepolisian Resor Merauke, Selasa (5/12/2023). (Sulo/Cepos)
MERAUKE– Perkelahian dua kelompok masyarakat yang terjadi beberapa hari lalu, akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan oleh pihak Kepolisian Resor Merauke di Aula Mapolres Merauke, Selasa (5/12/2023).
Kapolres Merauke AKBP Sandi Sultan, SIK melalui Kasat Binmas Polres Merauke AKP Makruf Soeroto didampingi KBO Satuan Intelkam Ipda Suwono, S.Sos mengatakan kepada dua kelompok yang sempat bertikai agar masalah tersebut tidak berkembang. Apalagi, saat ini sedang dalam tahapan dan persiapan Pemilu serentak dan kedua kelompok yang sempat bentrok tersebut sama-sama menginginkan untuk berdamai.
Mediasi perdamaian kedua kelompok warga dimulai dengan meminta keterangan dari kedua belah pihak dan apa yang telah terjadi sehingga terjadinya perkelahian.
“Setelah dilakukan mediasi dan sudah mengetahui akar permasalahan yang terjadi dan kedua belah pihak sepakat untuk tidak melakukan aksi penyerangan kembali dan sepakat untuk berdamai,” katanya.
Kasat Binmas Kasat Binmas Polres Merauke AKP Makruf Soeroto meminta kepada masyarakat Merauke terutama kedua belah pihak untuk tidak terpengaruh dengan informasi-informasi dari media sosial yang belum tahu kebenarannya.
“Akar terjadinya perkelahian antar dua kelompok malam itu yaitu karena pengaruh minuman keras sehingga cepat tersulut emosi. Diharapkan warga jangan mengkonsumsi Miras karena dapat menimbulkan suatu tindak pidana,” pintanya.
Ditambahkan, dengan diselesaikannya masalah antar kedua kelompok tersebut, ketua adat dari kedua kelompok ini bersepakat untuk berdamai dan membuat surat pernyataan tidak akan mengulanginya kembali. (ulo)
Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari Cenderawasihpos.jawapos.com
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Terkait Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) ini, Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo menegaskan bahwa…
Kepala Kejaksaan Negeri Jayawijaya, Sunandar Pramono, SH, MH mengatakan dari 9 terdakwa kasus korupsi dana…
Kelompok Kerja (Pokja) Adat Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua mengaku kecewa karena tidak dapat bertemu…
Gubernur Apolo menjelaskan, dalam rangka kunjungan tersebut, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Papua…
Menurut Emanuel Gobay, yang juga anggota Koalisi Penegak Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Papua,…
Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Mimika, Papua…