Categories: MERAUKE

Jadikan Remisi Idul Fitri Sebagai Momentum Intropeksi Diri

MERAUKE –  Momen Hari Raya Idul Fitri menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Musalim.  Pasalnya, di hari raya besar Umat Islam ini, Mussalim boleh keluar dari Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Merauke.

Ia mendapatkan remisi atau potongan selama 15 hari, sehingga yang bersangkutan bebas setelah beberapa tahun berada di dalam  Lapas Merauke karena melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Dari 28 warga  Binaan Lapas Merauke yang mendapatkan remisi Idul Fitri, satu-satunya yang bebas adalah Mursalim.  ‘’Dari 28 warga binaan yang merayakan Idul Fitri hari ini,  1 orang atas nama Mursalim yang boleh bebas karena mendapat remisi atau potongan pidana 15 hari,’’ kata  Kepala Lapas Merauke Lukas Laksana Frans, saat  menyerahkan remisi  secara simbolis di Masjid Lapas Merauke, Senin (2/5). 

Sementara 27 warga binaan lainnya, mendapatkan remisi antara 15 hari sampai 1 bulan 15 hari. Meski remisi  hari raya tersebut maksimal diberikan potongan 2 bulan, namun dari 28 yang memenuhi syarat, tidak ada satupun yang memperoleh remisi 2 bulan.

Kalapas Lukas Laksana Frans mengharapkan kepada warga binaan agar remisi Idul Fitri yang diberikan ini untuk dijadikan sebagai mementum untuk selalu intropeksi diri dan terus berusaha menjadi manusia yang lebih baik.

‘’Jadikan pemberian remisi khusus Idul Fitri ini dapat dijadikan sebagai renungan dan motivasi bagi saudara untuk selalu intropeksi diri dan terus berusaha  menjadi manusia yang lebih baik,’’ pinta Lukas Laksana Frans.  

Dikatakan, remisi yang diberikan ini  sebagai bentuk penghargaan atas perubahan perilaku yang ditunjukan ketika menjalani pembinaan di dalam Lapas.

Pemberian remisi juga, lanjut dia, dimaksudkan untuk mempercepat proses integrasi sosial agar warga binaan tersebut  bisa segera kembali ke tengah masyarakat.

‘’Narapidana harus mendapatkan kesempatan yang luas untuk bersosialisasi dengan masyarakat. Disisi lain, masyarakat harus berpartisipasi secara aktif memberikan dukungan dalam pembinaan narapidana sebagai wujud tanggung jawab sosial,’’pungkasnya.  (ulo/tho)   

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: MERAUKE

Recent Posts

Serpihan Bom Akhirnya Ditemukan

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, menyampaikan bahwa perkembangan penanganan kasus menunjukkan hasil…

6 hours ago

Dua Prajurit TNI Disebut Tewas Dalam Kontak Tembak

Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, mengatakan operasi tersebut dipimpin Komandan Kowip I Rutis, Barnabas Muk.…

7 hours ago

Pemerintah Diingatkan Segera Menyiapkan Langkah Antisipatif

Pengamat ekonomi sekaligus Dosen Pascasarjana Magister Manajemen STIE Port Numbay Jayapura, John Agustinus, mengatakan dampak…

8 hours ago

Jawab Isu “Pesta Babi”, Mentan Amran Sebut Pesta Pangan

“Kenapa yang dibahas hanya pesta babi di Merauke? Kenapa tidak melihat Sumatera Selatan yang kami…

9 hours ago

Tak Heran Pelaksanaan MBG Carut Marut

Kasus ini dinilai harus menjadi momentum krusial untuk membenahi tata kelola program strategis nasional tersebut…

12 hours ago

Mengapa Biak Banyak Ditemukan Amunisi Bekas Perang Dunia

Selain sisa logistik yang tertimbun di dalam tanah maupun gua, sisa amunisi juga banyak yang…

19 hours ago