Categories: MERAUKE

Diserang Wereng, Produksi Padi Tahun ini Diprediksi Turun

MERAUKE–Selain pemupukan yang kurang maksimal karena kuota pupuk subsidi yang diterima petani di Merauke pada tahun ini sangat terbatas atau jauh dari kebutuhan, padi di sejumlah kawasan pertanian di Merauke diserang hama wereng. Bahkan ada wereng coklat yang telah menyerang padi petani tersebut. Hal ini tentu akan diprediksikan akan menurunkan hasil produksi panen tahun 2022 ini. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Merauke, Ir. Ratna Lauce, M.Si ketika ditemui media ini membenarkan, banyak lahan yang diserang hama tersebut.

”Memang sudah diinformasikan dan kami sempat melihat ke lapangan. Memang banyak lahan-lahan kita yang terkena hama wereng. Bahkan ada wereng coklat. Ini yang sangat mengagumkan karena memang di musim –musim seperti ini itentitas hujan terlalu tinggi. Terjadi perendaman lahan-lahan. Ini yang salah satu yang menyebabkan hama ini cepat meluas,” katanya.

Hama Wereng ini, kata Ratna Lauce terjadi baik di Semangga, Rawa Sari, Tanah Miring dan jumlah tempat. ”bahkan laporan kami dari Sermayam I itu Wereng Coklat,” katanya.

Ratna Lauce menjelaskan, setelah adanya laporan hama Wereng ini, salah satu langkah mengambil langkah-langkah, salah satunya dengan memberi pestisida pembasmi wereng. Hanya saja diakui bahwa untuk persediaan pestisida pembasmi wereng ini sangat terbatas sehingga sampai saat stoknya kosong. ”Stok yang ada sekarang sudah kadeluwarsa. Dari tahun kemarin, kita sudah minta sudah ke provinsi maupun pusat, tapi sampai sekarang belum ada tanggapan. Ini yang sangat mengkhwatirkan kita,” katanya.

Terkait dengan itu, ia mengimbau kepada petani untuk melakukan penanaman secara serempak. Sebab, salah satu penyebab lainnya ketika penanaman tidak dilakukan secara serempak. ”Ada yang sudah tanam 1 bulan baru tanam. Atau ada yang sudah panen, tapi lainnya baru tanam. Ini salah satu penyebab,”jelasnya.

Namun ditambahkan, satu kendala yang dialami ketika melihat pengamat hama yang sangat minim. Untuk satu kabupaten Merauke, tambah dia hanya 3 orang pengamat hama yakni 1 di Distrik Merauke, Semangga dan Kurik. Ditanya tentang luasan yang diserang hama tersebut, Ratna Lauce mengaku sekarang sampai ini belum dilakukan pendataan sudah berapa hektar yang diserang wereng. (ulo/th)

 

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: MERAUKE

Recent Posts

Tiap Hari Bayar Retribusi, Tapi Masalah yang Sudah bertahun-tahun Tak Kunjung Tuntas

  Kawasan pasar Youtefa yang berada di kawasan yang relatif rendah, membuat terjadinya genangan air…

6 hours ago

Pengawasan  Pasar Entrop Segera Dievaluasi

   Penangkapan dilakukan Tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba Polresta Jayapura Kota pada Sabtu (18/7) sekitar…

7 hours ago

Pemuda Adat Heram Palang Kantor Distrik

  Berdasarkan informasi, aksi ini dipicu oleh adanya tuntutan terkait transparansi akomodasi kebijakan daerah, khususnya…

12 hours ago

Liburan Usai, 5000 Lebih Penumpang Padati Pelabuhan

  Wakapolsek Kawasan Pelabuhan Jayapura (KP3L), Iptu Syafrudin Tangme, mengatakan mayoritas penumpang yang tiba berasal…

14 hours ago

Dinsos Tunggu Instruksi Resmi dari Pusat

   Menanggapi wacana tersebut, Kepala Dinas Sosial Kota Jayapura, Mathius Pawara, mengatakan hingga saat ini…

15 hours ago

Piala Dunia Berakhir, ABR Ajak Warga Fokus Semarakkan HUT ke-81 RI

  Kegiatan itu turut dihadiri Kapolresta Jayapura Kota, DanSatrol Lantamal X Jayapura, Dandim 1701/Jayapura, Plt.…

1 day ago